Latest Program: MBG Berjalan Lagi, Bapanas Mengklaim Harga Telur dan Ayam Kembali Naik
Latest Program: MBG Kembali Berjalan, Bapanas Klaim Harga Telur dan Ayam Naik Latest Program – JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa
Latest Program: MBG Kembali Berjalan, Bapanas Klaim Harga Telur dan Ayam Naik
Latest Program – JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dijalankan, setelah sempat dihentikan selama beberapa minggu akibat libur sekolah. Dengan peluncuran MBG yang berlangsung kembali Senin (13/7/2026), Bapanas menyatakan harga telur serta ayam broiler mulai mengalami kenaikan. Program ini, menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi permintaan dan harga bahan pangan di pasar.
MBG: Program Pemulihan Ketersediaan Pangan
Program MBG, yang merupakan bagian dari Latest Program, sebelumnya dihentikan selama masa libur sekolah agar manajemen program tersebut dapat diperbaiki. Pemerintah mengambil keputusan ini untuk mengoptimalkan distribusi dan pengawasan harga bahan pangan. Dengan adanya MBG yang kembali berjalan, Ketut menegaskan bahwa permintaan pasar terhadap telur dan ayam broiler kembali meningkat, memberikan dampak positif terhadap harga jual di tingkat peternak.
“Dengan kembalinya MBG sebagai bagian dari Latest Program, permintaan terhadap produk unggas semakin stabil. Program ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membeli bahan pangan secara teratur,” jelas Ketut dalam pernyataan resmi, Kamis (16/7/2026).
Harga Ayam Broiler dan Telur Ayam Ras Mengalami Pemulihan
Berdasarkan data Bapanas, harga ayam broiler di tingkat peternak mencapai Rp21.736 per kilogram (kg) berat hidup per 14 Juli, naik 4,11% dibandingkan sepekan sebelumnya yang sebesar Rp20.878 per kg. Meski variasi harga masih terjadi antar daerah, kenaikan ini menunjukkan perbaikan kinerja pasar setelah program MBG diaktifkan kembali. Sementara itu, harga telur ayam ras mencapai Rp22.644 per kg per 14 Juli, naik 0,66% dari Rp22.495 per kg sebelumnya.
Sebelumnya, harga bahan pangan turun akibat faktor musiman, terutama bulan Suro yang menyebabkan berkurangnya kegiatan masyarakat seperti hajatan atau pernikahan. Hal ini berdampak pada penurunan permintaan produk unggas, sehingga harga di peternak mengalami penurunan signifikan. Dengan kembalinya MBG, pasar kembali memperlihatkan kestabilan, yang membantu menyeimbangkan pasokan dan permintaan.
Perbedaan Harga Daerah: Banten vs Sulawesi Utara
Ketut Astawa menyebutkan bahwa harga telur ayam ras bervariasi antar wilayah. Harga terendah tercatat di Banten, yaitu Rp20.300 per kg, sementara harga tertinggi ditemukan di Sulawesi Utara, mencapai Rp28.200 per kg. Harga acuan pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak ditetapkan pada Rp26.500 per kg. Variasi ini menunjukkan dinamika pasar yang dipengaruhi faktor lokasi, distribusi, dan permintaan lokal.
Sementara itu, harga ayam broiler di Sumatra Selatan mencapai Rp18.125 per kg, dan di Riau mencapai Rp25.600 per kg, yang melebihi HAP produsen sebesar Rp25.000 per kg. Ketut mengakui bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap, namun momentum Latest Program membantu mempercepat proses stabilisasi pasar.
Latest Program dan Dampak pada Ekonomi Pangan
Latest Program ini diharapkan tidak hanya menstabilkan harga bahan pangan, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi. Dengan menyalurkan bantuan makanan secara teratur, program ini membantu mengurangi risiko inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Bapanas juga menyoroti pentingnya program MBG dalam menghadapi fluktuasi harga yang terjadi akibat faktor musiman atau krisis pasokan.
Dalam konteks Latest Program, Ketut menyatakan bahwa kembalinya MBG menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan terpenuhi di tengah tantangan ekonomi. Program ini juga membantu memperkuat keterlibatan sektor pangan dalam kebijakan pemerintah, khususnya dalam menangani kenaikan harga yang terjadi di beberapa wilayah.
Analisis Perkembangan Harga dan Proyeksi Masa Depan
Dari perspektif analisis ekonomi, ketua Bapanas mengungkapkan bahwa kenaikan harga ayam broiler dan telur ayam ras tidak hanya dipengaruhi oleh Latest Program, tetapi juga oleh dinamika permintaan dan pasokan. Menurutnya, peningkatan harga di tingkat produsen mengindikasikan perbaikan kondisi pasar yang sebelumnya terpengaruh oleh libur sekolah dan penurunan aktivitas masyarakat.
Ketut menambahkan bahwa dengan adanya MBG sebagai bagian dari Latest Program, pemerintah dapat memantau kembali kebutuhan pangan secara real-time. Hal ini memungkinkan pengambilan kebijakan yang lebih tepat, termasuk penyesuaian harga atau pembatasan pasokan. Diharapkan, kenaikan harga produk unggas ini tidak menyebabkan kenaikan harga jual di konsumen, karena pemerintah terus melakukan pengawasan harga secara ketat.
“Latest Program ini memberikan peluang untuk memulihkan harga bahan pangan secara bertahap, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Kombinasi MBG dan pengawasan harga yang terus dilakukan Bapanas menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan pasar,” terang Ketut.
Ketut menegaskan bahwa kenaikan harga ayam broiler dan telur ayam ras adalah pertanda baik bagi stabilitas harga di sektor pangan. Dengan menyesuaikan kebijakan dan mengoptimalkan program seperti MBG, Bapanas yakin bahwa kenaikan harga akan terus berlangsung, tetapi tetap dalam batas yang terkendali. Pemulihan ini, menurutnya, akan berdampak positif pada produksi dan distribusi bahan pangan di seluruh Indonesia.
