Latest Program: Pemerintah Bakal Integrasikan AI ke Program Utama, Termasuk Program MBG
Pemerintah Bakal Integrasikan AI ke Program Utama, Termasuk Program MBG Latest Program - Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari Dalam upaya mendorong
Pemerintah Bakal Integrasikan AI ke Program Utama, Termasuk Program MBG
Latest Program – Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
Dalam upaya mendorong transformasi digital, pemerintah Indonesia sedang merancang integrasi kecerdasan buatan (AI) ke berbagai program utama nasional. Salah satu program yang masuk dalam fokus ini adalah MBG (Makan Bergizi Gratis), yang diperkirakan akan menerima dana sebesar 15 miliar dolar AS. Rencana ini terungkap melalui draf peraturan presiden yang dikutip oleh Reuters, dan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 12% pada 2030.
Upaya Membangun Infrastruktur AI
Kontan.CO.ID – Jakarta. Draf peraturan tersebut menyoroti peran AI dalam memperkuat infrastruktur digital, khususnya di bidang layanan cloud dan pengembangan teknologi. Menurut laporan Reuters, Senin (22/6/2026), kemajuan Indonesia dalam bidang AI masih dianggap lambat jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Singapura dan Malaysia. Namun, pemerintah berharap dapat menempatkan Indonesia sebagai pusat pengembangan teknologi dengan menarik investasi miliaran dolar dari perusahaan global seperti Meta Platforms, IBM, dan Microsoft.
Kritik terhadap Implementasi MBG
Menurut analis teknologi Wahyudi Djafar, yang turut menyusun draf peraturan, pemerintah perlu memperkuat pelaksanaan AI di sejumlah program prioritas. Meski demikian, para ahli menyebutkan bahwa Indonesia belum siap menjadi pengembang AI karena ketidaktersediaan infrastruktur, seperti chip, dan kurangnya keterampilan tenaga kerja di bidang tersebut. Derwin Suhartono, profesor kecerdasan buatan di Universitas Bina Nusantara, menegaskan bahwa “Indonesia mungkin tetap menjadi konsumen produk yang dijual perusahaan asing” dalam kompetisi AI global.
“Semuanya hanya retorika di tingkat pelaksanaan,” ujar Derwin Suhartono.
Program MBG sendiri telah menuai kritik karena kurangnya transparansi. Baru-baru ini, kepala program tersebut dipecat dan ditangkap setelah ditemukan penyimpangan dalam pengaturan dapur. Selain itu, standar keselamatan dan respons darurat diperdebatkan setelah puluhan ribu anak mengalami keracunan makanan di tahun lalu. Hal ini juga memicu kekhawatiran mengenai pengeluaran tidak efisien di tengah batasan anggaran negara.
Manfaat AI dalam Program Publik
Draf peraturan menekankan potensi AI dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. Misalnya, AI akan digunakan untuk merancang menu khusus daerah, memantau kebersihan dapur, memprediksi kebutuhan makanan, serta mendeteksi penyimpangan. Selain itu, teknologi ini juga akan memperkuat sistem kesehatan dengan menganalisis hasil pemeriksaan tuberkulosis dan mengintegrasikan data kesehatan untuk peringatan dini keadaan darurat.
Dalam rangka pengembangan AI, draf mengusulkan pembentukan “dana AI berdaulat” yang akan dikelola oleh Danantara Indonesia, sebuah lembaga kekayaan negara baru. Selain itu, pemerintah menyiapkan insentif fiskal dan peningkatan talenta untuk mengatasi kekurangan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Rancangan ini belum dilaporkan sebelumnya dan sedang menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Kantor presiden tidak segera merespons permintaan komentar terkait rencana tersebut. Meski begitu, pemerintah berharap AI bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.
