Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: QRIS Cross Border Melesat, Nilai Transaksi Tembus Rp2,71 Triliun hingga Mei 2026

Karen Brown - pusatkabar.com 3 mins baca

Transaksi Rp2,71 Triliun Mei 2026 Latest Program - Program Latest Program QRIS Cross Border kembali menjadi sorotan dengan capaian transaksi mencapai Rp2,71

Latest Program: QRIS Cross Border Melesat, Nilai Transaksi Tembus Rp2,71 Triliun hingga Mei 2026

QRIS Cross Border Program Meningkat, Transaksi Rp2,71 Triliun Mei 2026

Latest Program – Program Latest Program QRIS Cross Border kembali menjadi sorotan dengan capaian transaksi mencapai Rp2,71 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp564 miliar. Tren ini memperkuat posisi QRIS sebagai sistem pembayaran berbasis kode QR yang semakin diterima di tingkat internasional.

Penyebaran QRIS Cross Border dan Pertumbuhan Transaksi

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang mendorong integrasi teknologi pembayaran digital, serta meningkatnya minat wisatawan dan pengguna layanan keuangan di luar negeri untuk memanfaatkan QRIS. Sistem ini telah diadopsi oleh berbagai merchant di luar batas wilayah Indonesia, termasuk negara-negara tetangga dan pasar besar seperti Malaysia, Tiongkok, serta Singapura. Penyebaran QRIS Cross Border mempercepat transaksi lintas batas, menciptakan peluang ekonomi baru bagi pengguna dan pelaku usaha.

“QRIS Cross Border telah menjadi bagian penting dari transformasi digital pembayaran di Asia Tenggara,” ujar Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI, dalam wawancara dengan Kontan pada Rabu (8/7/2026). Ia menekankan bahwa program Latest Program ini tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi lokal, tetapi juga mengakselerasi keberlanjutan ekosistem keuangan digital di tingkat regional.

Kontribusi Transaksi Inbound dan Outbound

Analisis data menunjukkan bahwa transaksi inbound masih mendominasi, mencapai Rp2,25 triliun atau 83% dari total transaksi QRIS Cross Border. Negara asal utama wisatawan yang menggunakan sistem ini adalah Malaysia, dengan kontribusi Rp1,30 triliun, dan Tiongkok, yang menyumbang Rp875,05 miliar. Sementara itu, transaksi outbound juga tumbuh pesat, dengan total Rp466,11 miliar, didorong oleh aksesibilitas QRIS di luar negeri.

BTN, sebagai salah satu pelaku utama, berhasil meningkatkan transaksi QRIS Cross Border dengan peningkatan 158% secara jumlah dan 179% secara volume dari Maret 2025 hingga Juni 2026. “QRIS Cross Border BalĂ© by BTN kini dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok,” tambah Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, dalam wawancara serupa.

Kebijakan dan Kemitraan untuk Mendorong Pemanfaatan

Keberhasilan Latest Program QRIS Cross Border juga didukung oleh kemitraan strategis dengan bank asing dan platform e-commerce internasional. Kebijakan pemerintah yang mempercepat adopsi teknologi keuangan digital, seperti relaksasi regulasi dan pembiayaan untuk merchant, mempercepat penetrasi QRIS di pasar global. Selain itu, pelaku usaha lokal yang memanfaatkan sistem ini juga mendapatkan keuntungan dalam meningkatkan jangkauan pasar dan mengurangi biaya operasional.

Pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border tidak hanya terkait dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga dengan pemulihan sektor pariwisata dan perdagangan internasional. Dengan dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, program Latest Program ini diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi keuangan berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Proyeksi Pertumbuhan dan Pengembangan Masa Depan

BTN menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border hingga 30%-50% dalam tahun ini, baik dari segi nilai maupun volume. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen industri perbankan untuk mendorong penggunaan QRIS di lingkungan transaksi global. Selain itu, pengembangan infrastruktur QRIS Cross Border juga diharapkan dapat mencakup lebih banyak negara, termasuk di luar Asia Tenggara, dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami terus berupaya memperluas jaringan QRIS Cross Border agar lebih banyak pelaku ekonomi dapat mengakses layanan ini,” tutur Thomas Wahyudi dalam wawancara sebelumnya. Target peningkatan ini juga sejalan dengan strategi BI untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang inklusif dan berkelanjutan.

Manfaat untuk Pengguna dan Ekosistem Keuangan

Pengguna QRIS Cross Border, baik masyarakat Indonesia maupun wisatawan asing, merasakan kemudahan dalam melakukan transaksi lintas batas. Proses pembayaran yang cepat, aman, dan terjangkau memperkuat kepercayaan terhadap sistem ini. Dengan Latest Program yang terus berkembang, diharapkan transaksi digital akan menjadi bagian integral dari kegiatan ekonomi sehari-hari, termasuk di wilayah internasional.

Industri keuangan, khususnya di sektor perbankan dan fintech, berperan penting dalam memperkuat kemampuan QRIS Cross Border. Dengan adopsi sistem ini, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen global secara lebih efektif, sementara pengguna mendapatkan aksesibilitas transaksi yang lebih luas. Tren ini memberikan gambaran positif tentang potensi ekonomi digital di masa depan.

Ikut berdiskusi