Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Latest Program: S&P Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Pemerintah Wajib Disiplin Fiskal & Konsisten

Matthew Smith - pusatkabar.com 3 mins baca

S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB, Pemerintah Disiplin Fiskal Jadi Kunci Latest Program – KONTAN.CO.ID – Jakarta.

Latest Program: S&P Pertahankan Rating Indonesia di BBB, Pemerintah Wajib Disiplin Fiskal & Konsisten

S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB, Pemerintah Disiplin Fiskal Jadi Kunci

Latest Program – KONTAN.CO.ID – Jakarta. S&P Global Ratings kembali memberikan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Meski menghadapi tekanan dari tantangan ekonomi global dan krisis domestik, outlook rating ini tetap stabil. Hasil ini menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan ekonomi Indonesia masih memenuhi standar internasional, terutama dalam konteks reformasi yang terus dilakukan dalam rangka Latest Program.

Peringkat BBB sebagai Penguatan Kepercayaan Investor

Kepemilikan status investment grade menjadi penyokong utama kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Menurut Trisha Devita Indraswari dari GREAT Institute, peringkat BBB yang dipertahankan S&P memberikan sinyal positif bagi pasar, terutama dalam suasana ekonomi yang tidak pasti. “Ini membantu memperkuat persepsi risiko negara, sehingga memungkinkan akses pembiayaan yang lebih murah untuk pemerintah dan sektor swasta,” jelas Trisha.

“Dalam kondisi ekonomi global yang fluktuatif, peneguhan rating ini menunjukkan kestabilan makroekonomi Indonesia. Selain itu, komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal menjadi penentu utama penilaian Lembaga Pemeringkat,” tambah Trisha.

Tumbuh 5,6% di Kuartal I-2026, Konsistensi Pertumbuhan Kunci

S&P mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6% pada kuartal pertama tahun 2026, mengalami peningkatan dari angka sebelumnya. Pertumbuhan ini dipandang sebagai momentum positif, terutama dalam rangkaian kebijakan dalam Latest Program yang bertujuan memperkuat kestabilan ekonomi. Proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini sekitar 5,1%, dengan rata-rata 4,9% per tahun hingga 2029.

Tren pertumbuhan yang konsisten membantu menjaga outlook stabil. Namun, Trisha mengingatkan bahwa hasil ini harus diiringi upaya memperbaiki sektor keuangan dan meningkatkan transparansi kebijakan fiskal. “Pertumbuhan ekonomi yang baik adalah awal, tetapi sinergi dengan disiplin anggaran jadi penentu jangka panjang,” katanya.

Disiplin Anggaran dan Neraca Transaksi Berjalan

Kebijakan fiskal pemerintah, khususnya dalam rangkaian Latest Program, dinilai mampu menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari PDB. Hal ini menjadi fondasi utama kredibilitas keuangan negara, terutama mengingat rasio utang pemerintah yang masih terkendali dibandingkan negara-negara dengan peringkat BBB. Selain itu, pemulihan neraca transaksi berjalan dan peningkatan ekspor juga menjadi faktor kunci.

Trisha Devita Indraswari menekankan bahwa tekanan terhadap sektor eksternal masih bersifat sementara. “Kebijakan yang terarah, seperti penguatan kualitas belanja pemerintah dan pengelolaan pendapatan, akan menjadi elemen penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi di bawah Latest Program,” ujarnya.

Tantangan Struktural dan Persyaratan Lebih Tinggi

S&P mengingatkan bahwa beberapa tantangan struktural masih mengancam. Kebijakan fiskal yang konsisten dalam Latest Program harus menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan penurunan utang. Pendapatan per kapita yang rendah, basis ekspor yang terbatas, serta keterbatasan sektor keuangan menjadi faktor yang perlu diperbaiki.

Menurut analis, keberhasilan peneguhan rating BBB juga bergantung pada realisasi target pertumbuhan 5,1% untuk 2026. “Ini membutuhkan kebijakan yang lebih terukur, terutama dalam meningkatkan daya saing sektor industri dan melibatkan investor lebih luas,” tambah Trisha. S&P menyoroti kebutuhan pemerintah untuk menjaga konsistensi dalam eksekusi kebijakan fiskal.

Kebijakan Lain dan Peringatan dari Moody’s & Fitch

Dalam konteks Latest Program, S&P mencatat bahwa kebijakan pemerintah harus tetap menjaga fiskal dan transparansi. Meski Moody’s dan Fitch juga mempertahankan peringkat Indonesia, mereka mengubah outlook karena khawatir konsistensi kebijakan tidak terjaga. “Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan pengelolaan pendapatan negara yang lebih optimal,” jelas Trisha.

KONTAN.CO.ID menyoroti bahwa peneguhan rating S&P menjadi momen penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global. Namun, untuk memastikan hasil yang maksimal, pemerintah perlu melanjutkan komitmen dalam Latest Program dengan mengutamakan kebijakan yang dapat meningkatkan kinerja sektor eksternal dan keuangan.

Menurut laporan S&P, penguatan harga komoditas dan peningkatan penerimaan negara akan menjadi pendorong utama dalam menjaga outlook stabil. Trisha Devita Indraswari menambahkan bahwa investor internasional terus mengawasi kualitas kebijakan fiskal dan anggaran pemerintah, terutama dalam beberapa bulan ke depan.

Ikut berdiskusi