Main Agenda: Airlangga Sebut RI Akan Aktif Kembangkan AI, Perpres Peta Jalan Segera Disahkan
Indonesia Aktif Kembangkan AI, Perpres Peta Jalan Segera Disahkan Main Agenda - **Main Agenda** dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia semakin
Indonesia Aktif Kembangkan AI, Perpres Peta Jalan Segera Disahkan
Main Agenda – **Main Agenda** dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia semakin terasa jelas setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi peran aktif pemerintah dalam mengelola teknologi ini. Menurut Airlangga, negara akan mendorong pemanfaatan AI untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan nasional yang dirancang untuk memastikan AI berkontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus menjamin etika dan keadilan dalam penggunaannya.
Langkah Pemerintah untuk Mendorong Pengembangan AI
Dalam sesi konferensi pers daring di Shanghai, Airlangga menekankan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menentukan arah pengembangan AI global. Ia menuturkan bahwa pemerintah ingin memastikan teknologi ini dikembangkan dengan prinsip yang menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan manfaat sosial. “Kita berupaya menjaga keadilan sebagai prioritas,” kata Airlangga, yang menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan AI ke dalam berbagai sektor strategis.
‘Kita fokus pada sisi positif, yaitu bagaimana Indonesia bisa berperan dalam mengatur pengembangan AI secara global, bagaimana kemanusiaan dan etika tetap dikedepankan, serta bagaimana potensi ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan dapat dimanfaatkan,’ tambahnya.
Perpres peta jalan AI 2026-2029 yang menjadi bagian dari **Main Agenda** ini diharapkan menjadi panduan komprehensif bagi pengembangan teknologi. Airlangga menjelaskan bahwa regulasi tersebut akan segera disahkan, dengan tujuan menyiapkan kerangka kerja yang jelas bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kebijakan ini akan mencakup penerapan AI di bidang ekonomi digital, kesehatan, pendidikan, serta layanan pemerintah, sehingga menciptakan keseimbangan antara inovasi dan tanggung jawab sosial.
Partisipasi dalam WAICO dan Kemitraan dengan Tiongkok
Partisipasi Indonesia di World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) memberikan peluang besar untuk turut menentukan arah pengembangan AI di tingkat global. Airlangga menyatakan bahwa **Main Agenda** ini menjadi bagian dari strategi untuk menguatkan posisi Indonesia sebagai mitra kritis dalam inisiatif internasional. Dalam pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Shanghai, ia menyebutkan bahwa Tiongkok memandang partisipasi Indonesia sebagai kontribusi berharga bagi kawasan Indo-Pasifik.
Sebagai bagian dari **Main Agenda**, kerja sama dengan Tiongkok dalam pengembangan teknologi AI dan ekonomi digital diharapkan mempercepat transfer ilmu pengetahuan, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Airlangga mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, termasuk pengembangan standar teknologi dan pembangunan infrastruktur digital di kedua negara.
Perpres peta jalan AI juga mencakup pembahasan tentang etika AI yang menjadi fokus utama dalam **Main Agenda**. Regulasi ini memastikan penggunaan teknologi berjalan aman, transparan, dan berkelanjutan. Airlangga menjelaskan bahwa etika AI diperlukan untuk menghindari risiko penyalahgunaan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengembangan teknologi ini.
Dalam **Main Agenda** pengembangan AI, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program penguatan kompetensi di bidang teknologi. Beberapa inisiatif ini melibatkan kolaborasi dengan lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi nasional. Tujuan utamanya adalah menciptakan kader yang siap mengelola dan menerapkan AI secara efektif di berbagai sektor.
Airlangga menegaskan bahwa keberhasilan **Main Agenda** ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa AI harus diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari layanan kesehatan hingga pelayanan publik, agar memberikan dampak nyata bagi rakyat Indonesia.
