Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Presiden Prabowo Tunjuk Danantara Garap Kerja Sama Listrik Lintas Batas RI-Singapura

Joseph Gonzalez - pusatkabar.com 3 mins baca

Presiden Prabowo dan Singapura Kembali Fokus pada Kerja Sama Listrik Lintas Batas Main Agenda – JAKARTA — KONTAN.CO.ID.

Main Agenda: Presiden Prabowo Tunjuk Danantara Garap Kerja Sama Listrik Lintas Batas RI-Singapura

Presiden Prabowo dan Singapura Kembali Fokus pada Kerja Sama Listrik Lintas Batas

Main Agenda – JAKARTA — KONTAN.CO.ID. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang bertugas mengelola kerja sama energi lintas batas antara Indonesia dan Singapura. Langkah ini dilihat sebagai bukti nyata dari keberhasilan Leaders’ Retreat yang diadakan di Istana Kepresidenan pada Senin (6/7/2026), dengan menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur listrik sebagai prioritas utama dalam memperkuat hubungan bilateral.

Prioritas Energi dalam Rangka Penguatan Kemitraan

Sebagai bagian dari Main Agenda, kerja sama energi lintas batas menjadi fokus utama dalam dialog antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Pertemuan tersebut menitikberatkan pada upaya mengatasi kebutuhan energi yang semakin meningkat di kawasan Asia Tenggara. Danantara, yang dikenal sebagai lembaga pengelola investasi pemerintah, ditugaskan untuk menjadi mitra utama dalam penyelesaian proyek ini, termasuk integrasi jaringan listrik yang akan mempercepat aliran energi antarnegara.

Pengembangan kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi energi, mengurangi ketergantungan pada sumber daya lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pasokan listrik yang stabil. Prabowo mengungkapkan, selain sektor energi, beberapa keputusan strategis juga mencakup bidang ekonomi digital, keamanan siber, dan ketahanan pangan, yang menjadi bagian integral dari Main Agenda.

Langkah Konkret dan Perjanjian Strategis

Pada Leaders’ Retreat, total 26 pencapaian konkret ditetapkan, termasuk 18 kesepakatan antar pemerintah (G2G) dan delapan keputusan antar pelaku usaha (B2B). Kerja sama energi lintas batas dengan Danantara menjadi salah satu proyek yang dianggap sangat berpotensi dalam membentuk kemitraan ekonomi yang lebih erat. Menurut Prabowo, inisiatif ini adalah langkah awal untuk menyusun kerangka kerja yang berkelanjutan.

“Kerja sama energi lintas batas akan menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi kawasan, serta memperkuat stabilitas kebijakan yang diperlukan dalam menunjang Main Agenda,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Di sisi Singapura, Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan dukungan penuh terhadap proyek ini. Ia menambahkan, pihaknya telah menandatangani perjanjian langsung dengan Danantara melalui mitra seperti Kappa Electric dan Singapore Energy Interconnections, yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertukaran teknologi dan sumber daya energi yang lebih efektif. “Kesepakatan ini akan mempercepat implementasi proyek-produk yang memberi manfaat luas bagi kedua negara,” katanya.

Kemitraan yang Berdampak Luas untuk ASEAN

Kerja sama energi lintas batas antara Indonesia dan Singapura dianggap sebagai bentuk sinergi yang bisa menjadi contoh untuk negara-negara lain di kawasan ASEAN. Prabowo menekankan bahwa penguatan kemitraan ini merupakan bagian dari Main Agenda yang mengarah pada pembentukan konsorsium regional untuk menangani tantangan ekonomi bersama. Dalam pertemuan tersebut, kebijakan ekonomi dan konektivitas juga menjadi topik utama yang dibahas.

“Main Agenda akan menjadi pedoman utama bagi Indonesia dalam membangun kerja sama ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Prabowo, menambahkan bahwa proyek ini diharapkan bisa dijadikan sebagai model kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Visi Jangka Panjang dan Kesiapan Penyelarasan

Prabowo juga menyebutkan bahwa penugasan Danantara tidak hanya sebatas pada kerja sama listrik, tetapi juga mencakup penyelarasan kebijakan energi dan standarisasi teknologi yang relevan. Hal ini penting untuk menciptakan sistem yang kompatibel dan efisien antarnegara. “Kerja sama ini akan terus dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan, termasuk integrasi infrastruktur dan pembangunan pusat energi bersih,” jelas Prabowo.

Dalam masa depan, proyek ini diharapkan bisa menjadi bagian dari inisiatif besar ASEAN untuk mencapai kemandirian energi. Singapura, dengan keahliannya dalam teknologi listrik, akan memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai tujuan tersebut. Selain itu, perjanjian B2B antara kedua belah pihak akan menjadi landasan untuk proyek-proyek lainnya, seperti kemitraan di bidang transportasi dan informasi.

Leaders’ Retreat ini menegaskan bahwa keberhasilan Main Agenda tidak hanya tergantung pada satu proyek, tetapi juga pada kebijakan yang konsisten dan komitmen bersama. Dengan menggandeng Danantara, Indonesia dan Singapura menunjukkan keinginan untuk menjaga stabilitas ekonomi regional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti kenaikan harga energi dan perubahan iklim.

Ikut berdiskusi