Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Meeting Results: Pemerintah Siapkan Redesign GBK, Kawasan Komersial dan Hotel Masuk Rencana

Matthew Smith - pusatkabar.com 3 mins baca

n Komersial dan Hotel Masuk Rencana Meeting Results - Dalam hasil rapat terbaru yang dihadiri oleh sejumlah pihak, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana

Meeting Results: Pemerintah Siapkan Redesign GBK, Kawasan Komersial dan Hotel Masuk Rencana

Pemerintah Siapkan Redesign GBK, Kawasan Komersial dan Hotel Masuk Rencana

Meeting Results – Dalam hasil rapat terbaru yang dihadiri oleh sejumlah pihak, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana revitalisasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Proyek ini tidak hanya fokus pada pengembangan fasilitas olahraga, tetapi juga mencakup perluasan area komersial, pembangunan pusat hunian, peningkatan ruang hijau, serta integrasi dengan Jakarta Convention Center (JCC). Hasil rapat menegaskan bahwa GBK akan menjadi pusat kegiatan yang lebih modern dan berkelanjutan, dengan menggabungkan fungsi sebagai tempat penyelenggaraan event internasional dan destinasi wisata.

Detail Rencana Redesign GBK

Menurut Prasetyo, salah satu pembicara dalam rapat tersebut, pemerintah sedang mengembangkan konsep paralel. “Kita mencoba merancang ulang seluruh area, termasuk fasilitas olahraga dan kawasan komersial, agar lebih komprehensif,” katanya saat berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7). Ia menjelaskan, pembangunan ulang GBK diharapkan bisa menampung berbagai kompetisi olahraga internasional, seperti akuatik dan tenis, selain sepak bola.

Rencana ini melibatkan penataan infrastruktur yang lebih modern, termasuk penambahan ruang parkir, aksesibilitas, dan sistem transportasi yang terintegrasi. Prasetyo menambahkan, kawasan komersial di sekitar GBK akan menjadi bagian integral dari rencana ini, dengan pengembangan pusat perbelanjaan, kafe, serta area hiburan yang terjangkau bagi publik. Selain itu, ada peningkatan kualitas lingkungan hijau untuk mendukung konsep green yang menjadi prioritas dalam pengembangan GBK.

“Makanya banyak juga kontrak-kontrak kerja sama yang belum atau tidak dikerjakan itu kami cabut, supaya nanti menjadi bagian dari redesign ulang tadi,” ujarnya.

Penataan GBK juga mencakup penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Prasetyo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi kontrak yang telah ada dan mencari mitra strategis untuk mewujudkan visi ini. “Kami tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga menarik investasi dari dalam maupun luar negeri,” katanya. Ia menekankan bahwa proyek ini dijalankan dengan pendekatan bisnis, bukan hanya pembangunan gedung pemerintahan.

Kemitraan dengan Investor

Prasetyo menyatakan bahwa sejumlah pemodal telah menunjukkan minat terhadap proyek GBK. “Dari luar ada, dari dalam negeri ada. Dalam negeri tentu sekarang kita punya Danantara, kemudian beberapa kali yang leading sector-nya teman-teman InJourney,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sedang aktif mencari mitra yang dapat mendukung perubahan struktur GBK sesuai dengan kebutuhan ekonomi dan sosial kawasan sekitar.

Dalam rencana redesign, GBK akan menjadi ruang multifungsi yang tidak hanya melayani kebutuhan olahraga nasional, tetapi juga menjadi tempat penyelenggaraan konferensi, pameran, dan acara budaya. Prasetyo menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tergantung pada komitmen semua pihak, termasuk investor dan masyarakat sekitar. “Kita harus bersinergi agar GBK bisa menjadi salah satu ikon kota Jakarta,” katanya.

“Dari hasil rapat hari ini, jelas bahwa GBK akan diubah menjadi kawasan yang lebih dinamis dan berkelanjutan,” tambah Prasetyo.

Pengembangan GBK juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekitar, terutama di daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Prasetyo menyebutkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema investasi yang jelas, termasuk pembagian kewenangan dan manfaat yang diperoleh oleh masyarakat. “Hasil rapat menunjukkan bahwa kita harus mencari model kerja sama yang optimal untuk mempercepat proses ini,” ujarnya. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Ikut berdiskusi