Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: Prabowo Terima Presiden Belarus di Istana Negara, Perkuat Kerja Sama Bahan Baku Pupuk

Elizabeth Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Prabowo dan Presiden Belarus Perkuat Kerja Sama Bahan Baku Pupuk di Istana Negara Meeting Results - KONTAN.CO.ID - JAKARTA.

Meeting Results: Prabowo Terima Presiden Belarus di Istana Negara, Perkuat Kerja Sama Bahan Baku Pupuk

Prabowo dan Presiden Belarus Perkuat Kerja Sama Bahan Baku Pupuk di Istana Negara

Meeting Results – KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Yohana D. Sugiono, dan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026) menjadi momen penting dalam penguatan kerja sama bilateral. Fokus utama pertemuan ini adalah pengembangan sektor pertanian, khususnya peningkatan pasokan bahan baku pupuk, yang menjadi prioritas utama dalam roadmap kerja sama antar kedua negara.

Agenda Utama dan Konsensus Awal

Kunjungan resmi Presiden Belarus ke Indonesia merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi. Dalam meeting results yang berlangsung di Istana Merdeka, kedua pihak sepakat menggarisbawahi kepentingan bersama dalam mendorong ketahanan pangan nasional. Sugiono menjelaskan bahwa pembahasan utama mencakup peningkatan ketersediaan bahan baku pupuk, seperti urea dan potas, yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pertanian Indonesia.

“Kami melihat potensi kerja sama yang signifikan, terutama di bidang pertanian dan energi. Meeting results ini menjadi kesempatan untuk memastikan langkah-langkah konkret dalam mengembangkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Sugiono saat memberikan keterangan pers.

Strategi Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan

Kerja sama bahan baku pupuk dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Sugiono menegaskan bahwa Belarus, sebagai negara produsen bahan baku pupuk terbesar di Eropa, memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan Indonesia. Dalam meeting results, juga dibahas rencana pengembangan kemitraan perdagangan antar pelaku usaha, serta penyusunan mekanisme pengawasan kualitas bahan baku yang disuplai.

Menurut informasi dari Kementerian Luar Negeri, komitmen kedua negara mencakup penguatan kerja sama dalam bidang pertanian, energi, dan investasi. Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pihaknya ingin mempercepat proses penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi, yang telah diusulkan sebelumnya. “Pertemuan ini membuka peluang baru untuk mengembangkan industri pertanian dan memperkuat kedaulatan pangan,” tambah Sugiono.

Perjanjian EAEU-CEPA dan Peluang Ekonomi

Meeting results juga menyoroti penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Lengkap (EAEU-CEPA) antara Indonesia dan Belarus. Perjanjian ini akan memperkuat akses perdagangan dan investasi antar kedua negara, terutama di sektor pertanian. Sugiono menuturkan bahwa EAEU-CEPA menjadi landasan untuk memperluas kerja sama ekonomi, termasuk dalam pengembangan industri pupuk dan pertanian.

Sebelumnya, forum bisnis Indonesia-Belarus pada April 2026 telah melahirkan potensi kerja sama hingga US$ 500 juta. Dalam meeting results, Presiden Prabowo dan Lukashenko sepakat untuk meningkatkan angka tersebut melalui kolaborasi yang lebih intensif. Sugiono mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap perjanjian tersebut dalam waktu dekat, sebelum ditandatangani secara resmi.

Langkah Terukur dalam Perjanjian Bilateral

Salah satu pencapaian utama dari meeting results adalah penandatanganan perjanjian kerja sama eksplorasi bahan baku pupuk. Dokumen ini menetapkan komitmen pengiriman bahan baku dalam skala besar, dengan target peningkatan volume ekspor Belarus ke Indonesia sebesar 30% dalam dua tahun mendatang. Selain itu, kedua negara juga menyetujui kerja sama dalam pengembangan teknologi pertanian dan pendidikan pertanian.

Dalam sesi diskusi, Sugiono menekankan pentingnya meeting results sebagai bagian dari upaya membangun hubungan bilateral yang lebih konsisten. “Ini adalah langkah awal, tapi kami yakin kerja sama ini akan berkembang lebih lanjut dalam waktu dekat. Dukungan dari kedua pihak sangat kritis untuk mencapai tujuan ini,” tutur menteri luar negeri tersebut.

Potensi Kemitraan Masa Depan

Peningkatan kerja sama bahan baku pupuk diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pertanian Indonesia. Sugiono menyatakan bahwa langkah ini juga akan mendorong ekspor produk pertanian Indonesia ke pasar Eropa, yang memiliki permintaan tinggi terhadap bahan-bahan pertanian berkualitas. Dalam meeting results, pihaknya juga menyiapkan skema kerja sama berkelanjutan, termasuk investasi langsung dari Belarus dalam pengembangan infrastruktur pertanian.

Ikut berdiskusi