Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Harga Ayam Anjlok, Bapanas Dorong Bantuan Pangan Digulirkan Lagi

Karen Brown - pusatkabar.com 3 mins baca

Program Bantuan Pangan Ayam Dicanangkan Kembali dalam New Policy New Policy - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan kembali program bantuan pangan

New Policy: Harga Ayam Anjlok, Bapanas Dorong Bantuan Pangan Digulirkan Lagi

Program Bantuan Pangan Ayam Dicanangkan Kembali dalam New Policy

New Policy – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan kembali program bantuan pangan berupa daging ayam dan telur ayam dalam New Policy, sebagai langkah responsif terhadap anjloknya harga ayam yang menggerus pendapatan peternak. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan harga antara produsen dan konsumen serta memberikan dukungan ekonomi bagi sektor pertanian unggas.

Motivasi Utama Program New Policy

Menurut Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas, harga ayam saat ini terpuruk karena faktor pasokan dan permintaan yang tidak seimbang. Ia menegaskan bahwa bantuan pangan bisa menjadi solusi untuk memastikan stabilitas harga di tingkat peternak. “New Policy ini bertujuan mengatasi perbedaan harga antara peternak dan konsumen agar tidak terlalu jauh. Program ini juga bisa menyerap produksi dan menjaga harga tetap seimbang,” jelasnya dalam pernyataan resmi.

“Dengan New Policy, kita bisa mengamankan penghasilan peternak sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di pasar,” tambah Sarwo, yang juga menyoroti dampak positif dari program serupa sebelumnya.

Implementasi dan Anggaran Program New Policy

Program bantuan pangan ayam dalam New Policy diusulkan sebagai bagian dari rancangan anggaran 2027. Namun, Bapanas ingin pelaksanaan bisa dipercepat jika pemerintah dan DPR menyetujui revisi anggaran tahun ini. “Tahun depan sudah ada usulan. Jika Komisi IV DPR RI mengizinkan revisi anggaran, New Policy ini bisa segera dijalankan,” tutur Sarwo.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa program ini akan menyerap sekitar 14.000 ton produk unggas setiap bulan. Dengan adanya bantuan pangan, harga jual di tingkat peternak diperkirakan tetap terjaga, sementara konsumen mendapatkan akses lebih baik terhadap bahan makanan pokok.

Anggaran yang diajukan mencakup tambahan Rp 17,8 triliun untuk tahun 2027. Dalam rencana tersebut, Bapanas menargetkan pembelian 5.780 ton daging ayam dan 8.670 ton telur ayam untuk 1,45 juta penerima manfaat. “New Policy ini bukan hanya solusi sementara, tapi jangka panjang untuk mendukung sektor pertanian unggas,” katanya.

“Program bantuan pangan telah membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan pendapatan peternak. New Policy ini bisa menjadi pengingat untuk menjaga keberlanjutan pendapatan mereka,” tambah Maino.

Peran MBG dalam New Policy

Dalam New Policy, Bapanas juga menyoroti potensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai alat penyerapan produk unggas. Ia mengusulkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli langsung dari peternak dengan harga mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP). “MBG bisa menjadi sumber permintaan baru yang mendorong peningkatan produksi,” kata Maino.

Program MBG sudah diuji coba di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika diimplementasikan secara nasional setelah kembali beroperasi setelah libur sekolah Juli mendatang, penyerapan produk unggas diperkirakan meningkat signifikan. Hal ini akan membantu menjaga harga tetap stabil sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternak.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, mengapresiasi langkah New Policy sebagai kebijakan yang membantu peternak yang sedang terpuruk. “New Policy ini memberikan dukungan nyata untuk mengembalikan keseimbangan harga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produksi lokal,” ujarnya.

Ikut berdiskusi