Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Kemnaker Proyeksikan Green Jobs Tembus 3,88 Juta Pekerja pada 2026

Elizabeth Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Pekerja 2026 New Policy - Menurut New Policy terbaru yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sektor energi hijau diharapkan menciptakan

New Policy: Kemnaker Proyeksikan Green Jobs Tembus 3,88 Juta Pekerja pada 2026

Kemnaker: New Policy Targetkan Green Jobs 3,88 Juta Pekerja 2026

New Policy – Menurut New Policy terbaru yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sektor energi hijau diharapkan menciptakan sekitar 3,88 juta peluang pekerjaan hingga 2026. Ramalan ini berdasarkan Outlook Ketenagakerjaan 2026, yang menyoroti potensi pertumbuhan pekerjaan hijau sebagai bagian dari upaya pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. New Policy ini juga bertujuan memperkuat transformasi ekonomi menuju keberlanjutan, dengan fokus pada inovasi dan pemanfaatan teknologi hijau.

Transformasi Ekonomi dan Green Jobs

New Policy Kemnaker memberikan kerangka kerja yang mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan green jobs, termasuk sektor energi baru terbarukan (EBT), ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, dan modernisasi industri. Berdasarkan proyeksi, EBT memiliki kapasitas kerja besar, dengan potensi total mencapai 3.687 GW, tetapi hanya 0,3 persen yang terpakai hingga saat ini. New Policy ini akan memastikan penggunaan kapasitas tersebut lebih optimal, menciptakan pekerjaan yang selaras dengan visi decarbonisasi nasional.

“Dengan New Policy ini, Indonesia berkomitmen untuk mempercepat transisi ke ekonomi hijau melalui pendekatan holistik. Kementerian Ketenagakerjaan akan mengkoordinasikan kebijakan antarnilai tambah dan pelatihan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan industri berbasis energi terbarukan,” tambah laporan.

Perkembangan Sektor Pekerjaan Hijau

Banyak bidang yang diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan, seperti teknisi kendaraan listrik, mekanik baterai EV, dan pengelola pertanian presisi. Selain itu, posisi seperti penangani sampah, operator industri daur ulang plastik (rPET), serta tenaga operasional perusahaan pertanian modern juga akan tumbuh pesat. New Policy ini mencakup investasi besar dalam pelatihan keterampilan baru, sehingga memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan sektor hijau.

“Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan pengembangan green jobs akan meningkatkan partisipasi tenaga kerja dalam bidang ekonomi sirkular. Proyeksi ini menunjukkan bahwa integrasi ekonomi sirkular diperkirakan menciptakan tambahan 4,4 juta lapangan kerja hijau dan meningkatkan kontribusi hingga Rp 638 triliun terhadap PDB pada 2030,” tulis laporan.

Di sisi lain, New Policy Kemnaker juga mengupas perubahan struktur pekerjaan dalam bidang pertanian. Data menunjukkan bahwa 55,5 persen tenaga kerja pertanian memiliki usia di atas 45 tahun, dengan 33,6 persen di atas 55 tahun. Fenomena ini mengisyaratkan kebutuhan untuk memperkenalkan inovasi dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, serta memberikan pelatihan bagi petani muda agar bisa mengikuti perkembangan teknologi dan praktik pertanian modern.

Strategi Pemenuhan Kebutuhan Tenaga Kerja

New Policy Kemnaker memperkenalkan strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang berbasis keberlanjutan. Dalam hal ini, Kementerian fokus pada peningkatan kualifikasi tenaga kerja melalui program pelatihan, serta pendekatan kolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi internasional. Selain itu, policy ini juga mencakup langkah-langkah untuk menekan angka informalitas yang mencapai di atas 80 persen di sektor pertanian, dengan memperkenalkan model kerja yang lebih terstruktur.

Kebijakan tersebut menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi seperti energi terbarukan dan sistem daur ulang untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif. Misalnya, dalam bidang elektrifikasi transportasi, penggunaan mobil listrik dan infrastruktur pengisian daya akan memerlukan tenaga kerja yang terampil dalam manajemen energi dan perawatan kendaraan ramah lingkungan. New Policy juga berupaya mempercepat pengembangan keterampilan ini melalui program pelatihan berkelanjutan.

Analisis Peluang dan Tantangan

Analisis New Policy menunjukkan bahwa sektor hijau akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan bahwa kontribusi green jobs terhadap PDB akan meningkat secara signifikan, seiring dengan proyeksi peningkatan investasi dan pengembangan industri berbasis energi terbarukan. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses ke teknologi, kurangnya pelatihan yang relevan, dan kesenjangan kapasitas tenaga kerja tetap menjadi hambatan yang perlu diperhatikan.

Di samping itu, New Policy Kemnaker juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perekonomian hijau. Misalnya, melalui kebijakan subsidi dan insentif bagi perusahaan yang menerapkan teknologi hijau, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat ekonomi sirkular. Selain itu, kebijakan ini menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pusat pelatihan dan kawasan industri hijau, untuk memastikan keberlanjutan transisi kerja.

Ikut berdiskusi