Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Menhaj: Keberhasilan Haji Diukur dari Kepuasan Jemaah!

Karen Williams - pusatkabar.com 3 mins baca

Menteri Haji: Kebanggaan Ibadah Haji Terukur dari Kepuasan Jemaah New Policy menjadi tema utama pembahasan Menteri Haji dan Umrah Moch.

New Policy: Menhaj: Keberhasilan Haji Diukur dari Kepuasan Jemaah!

Menteri Haji: Kebanggaan Ibadah Haji Terukur dari Kepuasan Jemaah

New Policy menjadi tema utama pembahasan Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf saat kunjungan ke Asrama Haji Jambi, Kamis (25/6/2026). Dalam sambutannya, Irfan menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji kini diukur melalui tingkat kepuasan jemaah, bukan hanya dari kelancaran logistik. New Policy ini diharapkan mampu memberikan pengalaman ibadah yang lebih optimal, mulai dari registrasi hingga kepulangan jemaah. Irfan meminta seluruh petugas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk selalu memprioritaskan kebutuhan jemaah dalam setiap tahapan, termasuk pemeriksaan dokumen, pengelolaan transportasi, dan penanganan masalah di lapangan.

Pengukuran Kepuasan Jemaah sebagai Buku Panduan Baru

Dalam new policy yang diimplementasikan, Kemenhaj kini menerapkan pendekatan terpusat pada pengalaman jemaah. Menurut Irfan, kepuasan jemaah menjadi indikator utama keberhasilan haji, yang mencakup aspek kualitas pelayanan, keselamatan, dan komunikasi. “New Policy ini mengubah paradigma evaluasi haji menjadi lebih holistik, agar jemaah merasa nyaman dan aman dalam menjalani ibadah,” terangnya. Ia menekankan bahwa petugas harus selalu beradaptasi dengan kebutuhan jemaah, termasuk dalam hal kecepatan respons dan kejelasan informasi.

“Kebanggaan penyelenggaraan haji bukan hanya terukur dari kelancaran keberangkatan dan kepulangan jemaah, tetapi juga dari tingkat kepuasan mereka selama menjalani ibadah,” ujar Irfan dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026). Ia menambahkan bahwa new policy ini mengintegrasikan umpan balik langsung dari jemaah ke dalam pengambilan keputusan, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan efektif.

Peran Asrama Haji Jambi dalam New Policy

Asrama Haji Jambi menjadi pusat kegiatan penting dalam new policy, terutama sebagai tempat penerimaan jemaah sebelum memulai ibadah. Irfan menyebut bahwa perbaikan infrastruktur dan sistem di asrama menjadi prioritas, karena jemaah pertama kali mengalami pengalaman haji dari sini. “New Policy ini menekankan bahwa asrama haji harus menjadi pelaku utama dalam menyajikan layanan yang menyeluruh,” jelasnya. Selain itu, fasilitas seperti area istirahat, ruang konsultasi, dan layanan kesehatan akan ditingkatkan untuk memastikan kenyamanan jemaah.

Peningkatan Kapasitas Petugas dalam New Policy

Menurut Irfan, new policy ini juga melibatkan peningkatan kapasitas petugas haji melalui pelatihan khusus dan pengawasan ketat. “Petugas harus memiliki kompetensi teknis yang memadai, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik agar jemaah merasa didukung,” katanya. Kemenhaj telah mengadakan program pelatihan berbasis kepuasan jemaah, yang meliputi manajemen waktu, penanganan keadaan darurat, dan pemahaman terhadap kebutuhan kelompok rentan. Selain itu, sistem pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan semua aspek layanan sesuai standar new policy.

Pelaksanaan New Policy di Lapangan

New Policy ini mulai diterapkan secara bertahap sejak awal musim haji tahun ini. Irfan mengatakan bahwa Kemenhaj telah menyusun skenario terbaik untuk meminimalkan risiko, seperti cuaca ekstrem atau penumpukan jemaah di area tertentu. “Kami mengharapkan semua pihak, termasuk petugas lapangan, dapat memahami makna new policy ini sebagai cara menjaga kualitas ibadah haji,” tuturnya. Dengan penerapan ini, Kemenhaj berkomitmen untuk memberikan layanan yang terukur dan transparan, serta menjamin kepuasan jemaah dalam segala aspek.

Manfaat New Policy bagi Jemaah

Dengan new policy, jemaah diberikan kebebasan untuk menyampaikan keluhan atau saran melalui saluran resmi yang telah disediakan. Hal ini memungkinkan Kemenhaj untuk melakukan perbaikan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Irfan menyebut bahwa new policy juga mencakup penggunaan teknologi digital untuk memudahkan akses informasi, seperti aplikasi pengelolaan haji yang bisa diakses oleh jemaah secara real-time. “New Policy ini bertujuan agar jemaah tidak hanya menunaikan ibadah secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual,” ungkapnya.

Target Perbaikan dalam New Policy

Pelaksanaan new policy juga ditujukan untuk mengurangi pengeluhan jemaah terkait pelayanan yang kurang memadai. Irfan menjelaskan bahwa Kemenhaj akan terus mengoptimalkan sistem, termasuk memperkuat koordinasi dengan pihak lain seperti Badan Penyelenggara Jemaah Haji Indonesia (BPNJHI) dan badan usaha penyelenggara haji. “New Policy ini merupakan komitmen untuk memberikan layanan haji yang lebih baik, dengan fokus pada kenyamanan dan kepuasan jemaah,” pungkasnya. Ia berharap semua upaya ini mampu meningkatkan kualitas pengalaman haji, serta membangun citra positif bagi Kemenhaj dalam menjalankan tugasnya.

Ikut berdiskusi