Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Official Announcement: Pengamat Ragukan Klaim Lonjakan Laba BUMN Versi Danantara, Soroti Perbedaan Data

Karen Williams - pusatkabar.com 3 mins baca

Official Announcement: Pengamat Soroti Perbedaan Data Laba BUMN Versi Danantara Official Announcement - KONTAN.CO.ID - Jakarta.

Official Announcement: Pengamat Ragukan Klaim Lonjakan Laba BUMN Versi Danantara, Soroti Perbedaan Data

Official Announcement: Pengamat Soroti Perbedaan Data Laba BUMN Versi Danantara

Official Announcement – KONTAN.CO.ID – Jakarta. Data peningkatan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dirilis oleh Danantara Indonesia menuai keraguan dari sejumlah pengamat. Mereka mengkritik ketidaksesuaian angka tersebut dengan laporan keuangan resmi perusahaan-perusahaan BUMN, yang seharusnya menjadi acuan utama bagi publik. Meski pihak Danantara mengklaim ada lonjakan signifikan dalam kinerja BUMN, para ahli menilai masih perlu diverifikasi lebih lanjut sebelum dianggap valid.

Kritik Terhadap Data yang Dibagikan

Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menyoroti metode pengumpulan dan penyajian data oleh Danantara. Menurutnya, perbedaan antara angka yang diumumkan dan laporan resmi perusahaan menjadi pertanyaan besar, terutama karena banyak dari data tersebut belum bisa diverifikasi publik. “Official Announcement ini bisa jadi bagian dari kampanye membangun citra positif BUMN, tapi kita harus memastikan keakuratan angka yang digunakan,” jelasnya.

Contoh yang diberikan oleh Herry adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dalam paparan Danantara, perusahaan ini dilaporkan mencatatkan laba Rp21,2 triliun hingga April 2026, sementara laporan keuangan resmi menunjukkan laba bersih hanya Rp15,9 triliun. Perbedaan serupa juga terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di mana angka laba dari Danantara melebihi data perusahaan sebesar Rp20 triliun dibandingkan Rp18,1 triliun. Herry menegaskan bahwa kebenaran data perlu disesuaikan dengan standar akuntansi yang konsisten.

Transparansi dan Metode Perbandingan

Herry menyoroti kekurangan transparansi dalam data yang dipublikasikan. Ia menekankan bahwa informasi dari perusahaan-perusahaan tertutup, seperti BUMN, belum lengkap bisa diakses oleh masyarakat. “Official Announcement ini bisa memengaruhi persepsi publik, tapi jika data tidak terverifikasi, risiko kesalahan penafsiran akan meningkat,” ujarnya.

Metode perbandingan yang digunakan Danantara juga dipertanyakan. Herry menunjukkan bahwa data April 2025 yang sudah diaudit dibandingkan dengan data April 2026 yang belum terverifikasi. “Ini bisa menciptakan bias dalam analisis kinerja. Biasanya, peneliti membandingkan angka yang sama dalam periode waktu yang seragam,” katanya. Hal ini penting karena perbandingan data yang tidak seimbang dapat menyesatkan pembaca.

Kasus Khusus dan Faktor Lain

Salah satu BUMN yang menjadi perhatian adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dalam laporan keuangan per Maret 2026, perusahaan ini mencatat defisit arus kas sebesar US$144,6 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (US$10,99 juta). Namun, dalam paparan Danantara, perusahaan tersebut dianggap telah mencatatkan laba pada April 2026. Herry menilai perbedaan ini perlu dianalisis lebih dalam.

Menurutnya, peningkatan laba BUMN tidak selalu mencerminkan perbaikan kinerja operasional. “Banyak laba berasal dari restrukturisasi kewajiban, bukan dari peningkatan usaha yang nyata,” katanya. Contohnya, PT Kimia Farma Tbk mencatatkan penghasilan keuangan sekitar Rp163 miliar dari restrukturisasi pinjaman. Pinjaman tersebut berasal dari bank-bank Himbara, sementara utang usaha perusahaan juga banyak terkait dengan BUMN lain, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bio Farma.

Lebih lanjut, Herry mengkritik tata kelola BUMN karena masih ada komisaris yang merangkap jabatan sebagai pengurus partai politik. Meskipun Peraturan Menteri BUMN Tahun 2023 telah membatasi praktik ini, ia menilai pengaruhnya belum terlihat signifikan. “Official Announcement ini juga seharusnya mencakup evaluasi tata kelola, karena keberhasilan transformasi BUMN tidak hanya ditentukan oleh laba, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan bisnis,” imbuhnya.

Konsistensi dan Keselarasan Data

Para pengamat menilai bahwa penggunaan data yang berbeda antara Danantara dengan laporan resmi bisa mengurangi kepercayaan publik terhadap informasi BUMN. “Jika data tidak konsisten, maka Official Announcement bisa disalahartikan sebagai upaya memanipulasi narasi,” ujar Herry. Ia menyarankan bahwa lembaga seperti Danantara perlu menyelaraskan metode pengumpulan data dengan standar laporan keuangan yang diterima secara umum.

Selain itu, Herry menyoroti pentingnya sinergi antar-BUMN. Ia menilai beberapa lini usaha, seperti logistik dan air minum dalam kemasan, masih belum diintegrasikan secara optimal. “Official Announcement ini juga harus mengevaluasi efisiensi kerja sama antar-BUMN, karena sinergi bisa menjadi faktor penentu dalam peningkatan kualitas layanan,” katanya. Dengan demikian, data yang disajikan perlu mencakup analisis menyeluruh, bukan hanya angka laba.

Danantara Indonesia, sebagai lembaga penyajian data, perlu memastikan bahwa Official Announcementnya mencerminkan realitas yang benar. Masyarakat dan investor akan lebih percaya jika data dibandingkan secara objektif, termasuk dalam konteks pengelolaan keuangan dan peningkatan bisnis BUMN. Herry menegaskan bahwa transparansi dan akurasi data adalah kunci dalam menyampaikan informasi yang bermakna bagi publik.

Ikut berdiskusi