Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Pemerintah Apresiasi BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Bisa Dukung Ekspansi Sektor Riil

Matthew Smith - pusatkabar.com 2 mins baca

Kepala negara dan para pejabat tinggi menyambut baik langkah Bank Indonesia yang memutuskan tidak mengubah BI Rate. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan

Pemerintah Apresiasi BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Bisa Dukung Ekspansi Sektor Riil

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%, Pemerintah Sambut Positif

Pusatkabar.com – Kepala negara dan para pejabat tinggi menyambut baik langkah Bank Indonesia yang memutuskan tidak mengubah BI Rate. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Dengan mempertahankan level 5,75%, bank sentral dinilai telah memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong sektor riil agar terus berkembang. Selain itu, penyaluran kredit perbankan juga diproyeksikan akan mengalami peningkatan signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih melanda berbagai negara.

Respons Menko Perekonomian

Airlangga Hartarto, yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan BI. Menurutnya, kebijakan ini sangat tepat mengingat kondisi ekonomi dunia yang masih penuh dinamika.

“Iya, bagus. Jadi kita mengapresiasi BI menahan tingkat suku bunga, karena tingkat suku bunga ini penting untuk sektor riil untuk bisa bergerak. Hingga dalam situasi seperti sekarang, tingkat suku bunga yang dipertahankan itu bisa mendorong pertumbuhan sektor kredit,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Menko Airlangga, stabilitas suku bunga acuan memberikan ruang luas bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansi. Biaya pendanaan yang kompetitif diharapkan dapat meningkatkan permintaan kredit dari sektor-sektor produktif. Hal ini akan berdampak positif bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Detail Keputusan Bank Indonesia

Selain BI Rate, RDG juga memutuskan untuk tidak mengubah dua suku bunga lainnya. Deposit Facility tetap dipertahankan di level 4,75%, sementara Lending Facility berada di 6,50%. Ketiga angka ini mencerminkan strategi bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.

Upaya ini juga sejalan dengan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui keberlanjutan penyaluran kredit kepada dunia usaha. Dengan demikian, kebijakan moneter yang diambil diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.

Ikut berdiskusi