Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Rosan: Minat Investasi Asing ke RI Masih Tinggi – Iklim Investasi Makin Kondusif

Lisa Hernandez - pusatkabar.com 3 mins baca

Rosan: Minat Investasi Asing RI Masih Tinggi, Iklim Investasi Makin Kondusif Rosan - Dalam upaya meningkatkan daya tarik investasi asing, Menteri Investasi

Rosan: Minat Investasi Asing ke RI Masih Tinggi – Iklim Investasi Makin Kondusif

Rosan: Minat Investasi Asing RI Masih Tinggi, Iklim Investasi Makin Kondusif

Rosan – Dalam upaya meningkatkan daya tarik investasi asing, Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala Badan Koordinasi Investasi (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa minat investor internasional terhadap Indonesia masih stabil. Menurutnya, kondisi ekonomi dan politik negara ini semakin membaik, menciptakan peluang yang menarik bagi pihak luar negeri. Hal ini berdampak langsung pada keputusan mereka untuk menanamkan modal jangka panjang di Tanah Air.

Kesempatan Berinvestasi Masih Membuka

Rosan menjelaskan bahwa kestabilan ekonomi menjadi faktor utama yang menarik bagi investor asing. Meski tidak menghilangkan risiko, pemerintah terus memperkuat kepastian investasi melalui kebijakan yang lebih transparan. “Selama risiko bisa diukur, investor tetap yakin masuk karena mereka melihat potensi keuntungan yang jelas,” tegas Rosan dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Presiden, Kamis (16/7/2026).

Kondisi stabilitas politik dan sosial Indonesia juga menjadi keunggulan dibanding negara-negara ASEAN seperti Thailand atau Malaysia. Dengan adanya kebijakan yang konsisten, investor asing merasa lebih percaya pada kemampuan Indonesia untuk menjamin keberlanjutan proyek mereka. “Stabilitas ini memungkinkan mereka menanamkan modal seumur hidup, bukan hanya dalam jangka pendek,” tambah Rosan.

Analisis IRR dan Potensi Investasi

Tingkat pengembalian investasi (IRR) yang ditawarkan Indonesia terus menarik minat investor. Rosan menyebutkan bahwa berdasarkan evaluasi terbaru, IRR di Indonesia masih dalam rentang yang menarik. “Return yang dihasilkan bisa diterima, terutama jika dilihat dari pertumbuhan industri dan infrastruktur,” jelas Rosan.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam kebijakan untuk memastikan kualitas investasi tetap terjaga. “Setiap perubahan kebijakan harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengganggu rencana jangka panjang investor,” lanjut Rosan.

Peningkatan Efisiensi Perizinan

Reformasi perizinan menjadi salah satu langkah krusial dalam mendorong iklim investasi. Rosan menyatakan bahwa penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 memberikan kepastian waktu dalam proses penerbitan izin. “Dengan SLA, mereka tahu bahwa izin A bisa keluar dalam 10 hari. Ini mengurangi hambatan administratif,” ujar Rosan.

Sistem Online Single Submission (OSS) juga diperkenalkan untuk memudahkan pengurusan izin. Rosan menjelaskan bahwa OSS telah diintegrasikan dengan 18 kementerian dan lembaga, sehingga prosesnya lebih cepat dan terpadu. “Teknologi digital memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan pelayanan,” tambahnya.

Kemitraan dan Penanaman Modal Asing

Rosan menyoroti bahwa investasi asing tidak hanya berasal dari negara-negara tetangga, tetapi juga dari kawasan Asia Tenggara. “Investor dari Hong Kong dan Singapura sering menggunakan entitas di negara tersebut untuk masuk ke sektor hilirisasi, seperti industri mineral,” katanya.

Berdasarkan data terkini, minat penanaman modal asing (PMAS) ke Indonesia terus mengalami peningkatan. Rosan menyebutkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan kebijakan agar investor merasa lebih nyaman. “Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan kita selaras dengan harapan investor,” tutur Rosan.

Persiapan untuk Era Digital

Dalam mempercepat proses perizinan, Rosan menekankan penggunaan teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan (AI). “Teknologi ini akan membantu mengurangi ego sektoral antarinstansi, sehingga prosesnya lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk mewujudkan sistem yang lebih efektif. “Kita duduk bersama semua kementerian dan instansi untuk menyempurnakan iklim investasi,” tamb

Ikut berdiskusi