Solution For: Mandiri Spending Index: Pertumbuhan Konsumsi Masyarakat Melambat pada Kuartal II-2026
Solution For: Analisis Pertumbuhan Konsumsi Masyarakat Melambat pada Kuartal II-2026 Berdasarkan Mandiri Spending Index Solution For – Data terbaru dari
Solution For: Analisis Pertumbuhan Konsumsi Masyarakat Melambat pada Kuartal II-2026 Berdasarkan Mandiri Spending Index
Solution For – Data terbaru dari Mandiri Spending Index (MSI) mengungkapkan perlambatan pertumbuhan konsumsi masyarakat di kuartal II-2026. Rata-rata peningkatan belanja mencapai 6,1% secara tahunan (YoY), lebih rendah dari 6,4% YoY di kuartal I-2026. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian kecil dalam aktivitas belanja, meski sektor ritel tetap menunjukkan kestabilan. Solution For memperlihatkan bahwa tren ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan pola pengeluaran dan dampak dari lingkungan ekonomi nasional.
“Solution For menunjukkan bahwa pertumbuhan konsumsi masyarakat masih kuat, tetapi momentumnya mulai melemah. Kenaikan belanja saat ini sebesar 6,1% YoY, sedikit di atas tingkat tahun lalu sebesar 6,0%. Meski demikian, laju pertumbuhan tahunan melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 6,4%, menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi tetap resilien, meski pertumbuhannya terbatas,” terang Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri.
Perkembangan Penjualan Selama Libur Sekolah
Dalam periode libur sekolah, Solution For menunjukkan aktivitas belanja yang mulai membaik. Pada pekan kedua libur, indikator belanja mencapai level 123,3 dengan kenaikan 0,36% secara mingguan (WoW), yang lebih tinggi dari 0,10% WoW di pekan sebelumnya. Pertumbuhan ini juga lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya naik 0,16% WoW. Libur sekolah menjadi momentum penting untuk memperkuat kinerja belanja, terutama di sektor seperti elektronik dan pendidikan.
Kinerja Regional dan Faktor Pendukung
Secara regional, semua daerah mencatat peningkatan belanja mingguan, meskipun tingkat pertumbuhan berbeda. Jawa menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 0,40% WoW, diikuti Sumatra dan Sulawesi masing-masing 0,27% WoW, Kalimantan 0,26% WoW, serta Maluku dan Papua 0,22% WoW. Bali-Nusa Tenggara (Balnusra) mencatat pertumbuhan 0,12% WoW. Solution For menyebutkan bahwa kenaikan penjualan di wilayah-wilayah ini didorong oleh kebutuhan harian dan peningkatan konsumsi elektronik.
Kategori Utama yang Memengaruhi Pertumbuhan
Berdasarkan kategori, Solution For menunjukkan bahwa sektor elektronik dan pendidikan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan belanja. Elektronik tumbuh 19,0% YoY, sedangkan pendidikan mencapai 11,8% YoY. Kategori lain seperti mobilitas (6,1% YoY), consumer goods (5,3% YoY), kesehatan (3,8% YoY), dan kebutuhan rumah tangga (2,8% YoY) juga berkontribusi. Namun, pertumbuhan leisure hanya mencapai 0,4% YoY, menunjukkan adanya tekanan pada sektor ini.
Di sektor mobilitas, Solution For mengungkapkan peningkatan signifikan pada subkategori seperti tiket pesawat (5,12% WoW), otomotif (0,46% WoW), transportasi (0,43% WoW), dan bahan bakar (0,43% WoW). Kenaikan ini mencerminkan aktivitas perjalanan yang stabil, meski pertumbuhan tahunan di sektor lain seperti hobi-hiburan masih terbatas. Solution For menekankan bahwa kebutuhan dasar tetap menjadi tulang punggung belanja masyarakat.
Dampak Tahunan pada Kategori Leisure
Kategori leisure mencatatkan peningkatan, terutama pada belanja hobi-hiburan (0,69% WoW) dan hotel (0,67% WoW). Namun, pertumbuhan tahunan di sektor ini hanya 0,4% YoY, yang terutama dipengaruhi oleh kontraksi hobi-hiburan (-3,7% YoY) dibandingkan tahun sebelumnya. Solution For menunjukkan bahwa sektor leisure masih berusaha memulihkan momentum, meski perlu waktu lebih lama untuk mengejar pertumbuhan yang lebih signifikan.
Dalam konteks Solution For, pertumbuhan konsumsi tertinggi tercatat di Sulawesi (10,0%), Kalimantan (9,3%), dan Balnusra (8,0%). Wilayah lain seperti Jawa dan Sumatra juga mengalami peningkatan, meski lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor utama yang mendukung belanja masyarakat adalah peningkatan permintaan untuk barang kebutuhan harian dan elektronik, sementara sektor leisure perlu strategi untuk meningkatkan kinerjanya.
