Skip to content
Fresh Desk
Juni 30, 2026
Nasional

Solving Problems: Prabowo Janji Tambah Beasiswa Doktor untuk Dosen Perguruan Tinggi

Joseph Gonzalez 3 mins baca

Prabowo Janji Tambah Beasiswa Doktor untuk Dosen Perguruan Tinggi Solving Problems adalah prioritas utama dalam visi Prabowo Subianto sebagai presiden.

Solving Problems: Prabowo Janji Tambah Beasiswa Doktor untuk Dosen Perguruan Tinggi

Prabowo Janji Tambah Beasiswa Doktor untuk Dosen Perguruan Tinggi

Solving Problems adalah prioritas utama dalam visi Prabowo Subianto sebagai presiden. Pada acara Sarasehan Kebangsaan yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 26-29 Juni 2026, ia menyampaikan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat kemampuan akademik dosen. Salah satu proposal yang mendapat perhatian serius adalah penambahan beasiswa doktor untuk dosen di perguruan tinggi negeri serta swasta. Prabowo menyatakan, usulan ini akan diimplementasikan sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang lebih unggul.

Peningkatan Beasiswa Doktor: Langkah Strategis untuk SDM Berkualitas

Solving Problems dalam dunia pendidikan tinggi dimulai dengan pendanaan yang lebih memadai bagi dosen. Prabowo menekankan bahwa peningkatan beasiswa doktor bertujuan untuk mempercepat proses pendidikan tinggi dan menekan kebocoran sumber daya manusia. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini akan mengalokasikan dana lebih besar untuk program doktor, memungkinkan dosen lebih fokus pada penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, langkah ini diharapkan mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor industri, karena dosen yang berlatih di tingkat doktor dapat menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Contohnya, usulan mengenai penambahan beasiswa doktor untuk dosen, baik di institusi negeri maupun swasta, adalah ide yang sangat bagus. Kami akan mewujudkan rekomendasi tersebut,” ujar Prabowo saat mengakhiri acara di JICC, Minggu (28/6).

Menurut Prabowo, usulan ini merupakan salah satu dari beberapa solusi yang dibutuhkan dalam mengatasi keterbatasan sumber daya pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana secara lebih adil, sehingga dosen tidak hanya bisa memperoleh pendidikan lanjutan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan riset yang berdampak langsung pada pembangunan nasional. Kebijakan ini juga diharapkan mendorong peningkatan produktivitas akademik, karena dosen yang memiliki gelar doktor biasanya memiliki kemampuan analitis dan teknis yang lebih kuat.

Usulan BUMN Alokasikan Laba untuk Riset dan Inovasi

Di sisi lain, Prabowo juga menyambut baik usulan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyisihkan sebagian laba perusahaan untuk mendanai riset dan inovasi di perguruan tinggi. Ia menilai ide ini relevan dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta keterlibatan sektor swasta dalam menciptakan solusi jangka panjang. Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini akan memastikan perguruan tinggi memiliki dana yang cukup untuk mempercepat kegiatan penelitian, termasuk bidang-bidang yang sedang menjadi tren seperti teknologi digital dan energi terbarukan.

“Usulan agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba untuk riset dan inovasi, menurut saya bagus,” katanya.

Prabowo mengakui bahwa beberapa BUMN saat ini masih mengalami kesulitan keuangan, sehingga perlu ada restrukturisasi untuk memperkuat kapasitas finansialnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang fokus memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah agar lebih sehat dan menghasilkan laba yang dapat digunakan untuk pendanaan riset. Solusi ini juga diharapkan mendorong sinergi antara BUMN dan perguruan tinggi, karena keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyelesaikan masalah bersama.

“Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada laba. Kami sedang membersihkan dan menertibkan BUMN-BUMN ini,” ujarnya.

Restrukturisasi BUMN untuk Efisiensi dan Transparansi

Prabowo menjelaskan bahwa restrukturisasi besar-besaran terhadap BUMN adalah langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan dana publik. Solusi ini tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga memperkuat kemampuan perguruan tinggi dalam mengakses dana riset. Dengan kondisi keuangan BUMN yang lebih stabil, Prabowo optimis bahwa program penelitian dan inovasi akan bisa berjalan lebih lancar, sehingga membantu mengatasi tantangan dalam pendidikan tinggi.

Kebijakan restrukturisasi BUMN juga diharapkan mengurangi jumlah perusahaan negara menjadi 250 perusahaan hingga akhir tahun depan. Ini akan memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk riset tidak terbuang sia-sia, dan fokus pada kebutuhan yang paling mendesak. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi penggunaan dana tersebut, agar dapat mencapai Solving Problems yang jelas dan terukur.

Solving Problems dalam konteks pendidikan tinggi juga memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Prabowo menyarankan bahwa dosen yang memperoleh beasiswa doktor seharusnya berkontribusi langsung pada kehidupan masyarakat, baik melalui penelitian yang aplikatif maupun program pendidikan yang lebih inovatif. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tinggi tidak bisa hanya menjadi tempat mengajar, tetapi juga wadah untuk menciptakan solusi-solusi yang mengatasi masalah nyata, seperti keterbatasan infrastruktur dan kualitas SDM.

Ikut berdiskusi