Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Special Plan: Indonesia Masih Punya 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis, Ini Target Pemulihannya

Barbara Davis - pusatkabar.com 2 mins baca

Indonesia Targetkan Pemulihan 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis Special Plan menjadi strategi utama pemerintah Indonesia dalam menghadapi tantangan perbaikan

Special Plan: Indonesia Masih Punya 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis, Ini Target Pemulihannya

Special Plan: Indonesia Targetkan Pemulihan 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis

Special Plan menjadi strategi utama pemerintah Indonesia dalam menghadapi tantangan perbaikan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam. Pada tahun 2025, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 12,3 juta hektare lahan kritis masih memerlukan perhatian khusus. Angka ini menjadi landasan penting dalam menyusun rencana strategis nasional untuk mengembalikan fungsi ekosistem dan meningkatkan produktivitas tanah.

Upaya Pemulihan Lahan Berkelanjutan

Dalam rangka mendorong pemulihan lahan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah menyusun strategi yang mencakup berbagai program revitalisasi. Special Plan tidak hanya berfokus pada rehabilitasi lahan terdegradasi, tetapi juga mencakup pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), perlindungan tutupan hutan, serta pengembangan model pemanfaatan sumber daya alam yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Menurut pernyataan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, lahan kritis tersebar secara tidak merata. Sekitar 6,6 juta hektare berada di dalam kawasan hutan, sementara 5,7 juta hektare lainnya terletak di luar kawasan tersebut. “Special Plan menegaskan bahwa pemulihan lahan harus dilakukan secara holistik, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan pihak swasta,” tambahnya.

Komitmen Nasional dan Global

Special Plan sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) sebagai anggota negara pihak. Salah satu target utama dalam rangkaian kebijakan ini adalah mencapai Land Degradation Neutrality (LDN) hingga 2040. Target ini juga menjadi bagian dari upaya global untuk memulihkan 1 miliar hektare lahan di seluruh dunia.

Hingga 2025, pemerintah Indonesia telah merehabilitasi lebih dari 2 juta hektare lahan kritis. Capaian ini mencerminkan kemajuan yang signifikan, tetapi masih jauh dari target akhir. Special Plan diharapkan mendorong kolaborasi lebih intensif antara pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah (NGO), dan masyarakat lokal untuk mempercepat proses pemulihan.

“Special Plan tidak hanya tentang restorasi lahan, tetapi juga tentang menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.

Program Penanaman dan Ekosistem Mangrove

Salah satu komponen kunci dalam Special Plan adalah penanaman pohon secara massal di area terdegradasi. Upaya ini bertujuan memperkuat kapasitas penyerapan karbon, mengurangi erosi tanah, serta memulihkan keanekaragaman hayati. Kementerian Kehutanan juga menekankan pentingnya pemulihan ekosistem mangrove dan gambut sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Ekosistem mangrove, yang menutupi sekitar 3 juta hektare di Indonesia, memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan laut dan mengurangi dampak perubahan iklim. Sementara itu, restorasi gambut bisa mencegah pelepasan karbon yang signifikan. Dengan menempatkan Special Plan sebagai kerangka kerja, pemerintah menargetkan bahwa kedua ekosistem ini akan pulih secara signifikan sebelum 2040.

Ikut berdiskusi