Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026
Nasional

Special Plan: Kemenkop Pastikan Penempatan 30.000 Manajer Kopdes Bertahap Mulai Awal Agustus

John Johnson - pusatkabar.com 3 mins baca

Kemenkop Teruskan Program Special Plan, Penempatan 30.000 Manajer Kopdes Mulai Agustus Special Plan - Program Special Plan yang dicanangkan Kementerian

Special Plan: Kemenkop Pastikan Penempatan 30.000 Manajer Kopdes Bertahap Mulai Awal Agustus

Kemenkop Teruskan Program Special Plan, Penempatan 30.000 Manajer Kopdes Mulai Agustus

Special Plan – Program Special Plan yang dicanangkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus berjalan meskipun sempat terjadi kejadian kematian peserta pelatihan calon manajer koperasi desa. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan bahwa penempatan 30.000 manajer untuk Kopdes Merah Putih dan 5.000 manajer untuk Koperasi Kampung Merah Putih akan dilakukan secara bertahap, dimulai awal Agustus mendatang. Ia menegaskan bahwa progres program ini tidak terganggu oleh insiden tersebut.

Strategi Penempatan Manajer Sesuai Progres Fisik Koperasi

Menurut Ferry, penempatan manajer akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pembangunan fisik koperasi dan fasilitas pendukungnya. “Proses ini tidak terburu-buru, sehingga masing-masing daerah bisa menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lokalnya,” jelasnya. Pemerintah juga memastikan bahwa lokasi asal peserta pelatihan akan dipertimbangkan dalam distribusi manajer, agar lebih memudahkan koordinasi dan pengawasan di lapangan.

Program Special Plan ini bertujuan memperkuat struktur pengelolaan Kopdes Merah Putih, yang diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan usaha mikro dan kecil. Selain itu, Kemenkop juga berupaya mendorong partisipasi masyarakat dalam ekonomi lokal melalui pelatihan yang diberikan secara sistematis. “Dengan adanya manajer yang terlatih, koperasi desa bisa lebih mandiri dan berkelanjutan,” tambah Ferry.

Penyesuaian Kurikulum untuk Meningkatkan Kompetensi Manajerial

Kemenkop telah merancang kurikulum pelatihan khusus untuk calon manajer Kopdes Merah Putih, yang mencakup berbagai aspek seperti filosofi koperasi, regulasi, tata kelola, dan digitalisasi. “Materi pelatihan disusun agar peserta bisa memahami seluruh rangkaian proses pengelolaan koperasi secara profesional,” kata Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, dalam wawancara dengan media. Program ini mencakup 12 modul yang dirancang secara menyeluruh untuk memastikan peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri koperasi.

Farida menambahkan bahwa selain pelatihan, peserta juga wajib mengikuti sertifikasi profesi yang diselenggarakan oleh Kemenkop bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Sertifikasi ini menjadi bentuk pengakuan kompetensi yang telah diperoleh, sehingga manajer Kopdes bisa lebih diandalkan dalam mengelola unit usaha,” jelasnya. Pemerintah juga menekankan bahwa sertifikasi menjadi langkah penting untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kualitas pelatihan.

Kemenkop menyatakan bahwa program Special Plan ini akan terus diperluas hingga mencapai target jumlah manajer yang ditentukan. “Kami sudah mengantisipasi kebutuhan selama 3-5 tahun ke depan, sehingga program ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang,” ungkap Ferry. Menurutnya, keberhasilan penempatan manajer juga tergantung pada partisipasi aktif masyarakat desa dan dukungan pemerintah daerah setempat.

Menurut data terkini, hingga saat ini sudah ada ribuan peserta yang lulus dari program Special Plan dan siap ditempatkan di berbagai koperasi. “Kami melihat respons positif dari masyarakat, terutama yang berminat mengembangkan usaha kecil dan mikro melalui koperasi,” kata Farida. Proses penempatan tersebut juga dirancang untuk mengurangi kesenjangan antara ketersediaan sumber daya manusia dan kebutuhan pengelolaan koperasi secara efektif.

Program Special Plan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi desa, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Dengan manajer yang terlatih dan memiliki kompetensi profesional, koperasi desa diharapkan bisa menjadi motor penggerak perekonomian lokal yang lebih kuat. “Kemenkop akan terus mengawasi dan mengevaluasi progres program ini, agar semua sesuai dengan target yang ditetapkan,” pungkas Ferry. Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem koperasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ikut berdiskusi