Sudaryono Ungkap Alasan Pelibatan TNI-Polri dalam Dukung Program MBG
Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberikan klarifikasi mengenai alasan strategis penggunaan pendekatan yang serupa dengan sektor pertanian dalam
Sudaryono Ungkap Alasan Pelibatan TNI Polri dalam Program MBG
Pusatkabar.com – Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberikan klarifikasi mengenai alasan strategis penggunaan pendekatan yang serupa dengan sektor pertanian dalam melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah ini diambil untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih efektif di seluruh wilayah Indonesia. Sudaryono Ungkap Alasan Pelibatan TNI Polri sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan lancar tanpa hambatan signifikan.
Sudaryono, yang saat ini menjabat sebagai Kepala BGN, menjelaskan bahwa kehadiran aparat keamanan dalam berbagai inisiatif pemerintah bukanlah hal yang baru atau asing. Ia menyoroti pengalaman pribadi ketika masih menjadi Wakil Menteri Pertanian, di mana kedua lembaga tersebut turut membantu proses distribusi bantuan kepada para petani. Kehadiran TNI dan Polri saat itu terbukti meningkatkan efektivitas program dan mempercepat penyaluran bantuan ke daerah-daerah terpencil.
Prinsip Keterlibatan Semua Pihak dalam Program Pemerintah
“Menurut saya begini. Intinya itu sama seperti di pertanian yang saya alami dulu, melibatkan semua pihak,” ujar Sudaryono di kantor BGN, Rabu (22/7/2026) sore.
Lebih jauh, Sudaryono mengisahkan momen ketika pemerintah berhasil mendistribusikan sekitar 70.000 unit pompa air selama musim kemarau yang panjang. Penyaluran dilakukan melalui jalur TNI dan Polri karena saat itu belum tersedia alokasi anggaran khusus untuk keperluan logistik distribusi. Kondisi ini menjadi contoh nyata bagaimana aparat keamanan dapat menjadi solusi alternatif dalam menjalankan program pemerintah.
“Wah ini kok pakai tentara, pakai polisi. Membagi pompa di musim paceklik kemarau itu ada 70.000 pompa. Kami bagi lewat TNI dan Polri. Kenapa? Karena tidak ada anggarannya. Jadi ongkos untuk membaginya tidak ada,” katanya.
Menurut Sudaryono, prinsip dasar dalam menjalankan program pemerintah adalah memastikan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan kontribusi agar tujuan akhir tercapai. Ia menekankan bahwa fokus utama MBG adalah menyediakan makanan yang aman dan bergizi untuk anak-anak, sekaligus menciptakan dampak positif terhadap perekonomian daerah setempat. Keterlibatan TNI dan Polri dalam konteks ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan juga bentuk sinergi antar lembaga negara.
“Intinya adalah semua pihak bagaimana caranya program ini bisa terlaksana dengan baik. Sasarannya jelas, anak-anak cukup gizi dan aman, kemudian berdampak kepada ekonomi lokal,” ujarnya.
Sudaryono juga menambahkan bahwa pelaksanaan MBG harus tetap mengutamakan pemberdayaan pelaku UMKM, petani, serta peternak lokal. Namun, seluruh bahan pangan yang digunakan harus memenuhi standar keamanan pangan agar kasus keracunan yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Hal ini sejalan dengan komitmen BGN untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan nutrisi yang optimal melalui program MBG yang berkelanjutan.
“Semua bahannya itu harus juga benar. Standar keamanannya juga harus benar, karena kita belajar dari faktor keracunan,” imbuhnya.
Dengan pendekatan yang melibatkan TNI dan Polri, Sudaryono optimis program MBG dapat mencapai targetnya secara lebih komprehensif. Keterlibatan kedua lembaga keamanan ini diharapkan dapat memperkuat distribusi, meningkatkan jangkauan, dan memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang berkualitas.
