Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026
Nasional

Topics Covered: Prabowo Klaim RI – Singapura Komitmen Jaga Selat Malaka Tetap Aman dan Terbuka

Matthew Smith - pusatkabar.com 3 mins baca

Kemitraan Indonesia dan Singapura Jaga Selat Malaka Tetap Aman dan Terbuka Topics Covered – Jakarta, Senin (6/7/2026) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan

Topics Covered: Prabowo Klaim RI – Singapura Komitmen Jaga Selat Malaka Tetap Aman dan Terbuka

Kemitraan Indonesia dan Singapura Jaga Selat Malaka Tetap Aman dan Terbuka

Topics Covered – Jakarta, Senin (6/7/2026) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk menjaga Selat Malaka tetap menjadi jalur pelayaran yang aman, damai, dan terbuka bagi semua negara. Pernyataan ini diungkapkan dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong usai acara Retreat Kepemimpinan Indonesia-Singapura di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kedua pemimpin menekankan pentingnya kerja sama lintas batas dalam menjaga kepentingan bersama di kawasan yang menjadi salah satu jalur perdagangan paling strategis di Asia Tenggara.

Strategi Bersama untuk Stabilitas Regional

Dalam diskusi, Prabowo menyampaikan bahwa koordinasi dengan Singapura menjadi kunci dalam mengatasi ancaman yang mengancam keamanan Selat Malaka. Ia menyoroti bahwa jalur ini tidak hanya penting untuk ekonomi Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara lain yang bergantung pada perdagangan laut. “Kita akan terus menjaga jalur ini tetap terbuka untuk semua pihak, baik melalui kebijakan domestik maupun kolaborasi internasional,” kata Prabowo, menjelaskan bahwa keamanan Selat Malaka merupakan Topics Covered dalam pembahasan prioritas kemitraan kedua negara.

“Selat Malaka adalah jantung perdagangan regional, dan kedua negara harus menjaga kepentingan bersama,” tambah Prabowo, menyoroti peran aktif Indonesia dalam memastikan stabilitas lingkungan dan keamanan jalur pelayaran.

Menurut Prabowo, keberhasilan menjaga Selat Malaka memerlukan kesadaran kolektif dari negara-negara pesisir sekitar. Ia menekankan perlunya mengintegrasikan isu keamanan, lingkungan, dan keterbukaan ke dalam kebijakan bersama. “Selat Malaka tidak hanya tentang perairan, tetapi juga tentang kebijakan yang mengatur penggunaannya,” jelas Prabowo, menjelaskan bahwa Topics Covered dalam kerja sama ini mencakup pengelolaan sumber daya alam, penegakan hukum laut, dan pengurangan risiko konflik.

Kerja Sama Berbasis Aturan Internasional

Prabowo mengungkapkan bahwa kemitraan Indonesia dan Singapura didasarkan pada perjanjian internasional seperti United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. Ia menyatakan bahwa kedua negara akan memastikan hak navigasi dan akses jalur pelayaran tetap terbuka, terlepas dari dinamika politik atau ekonomi global. “Selat Malaka harus menjadi contoh kemitraan yang efektif, bukan sekadar zona konflik,” tambah Prabowo, menyoroti pentingnya Topics Covered dalam perjanjian bilateral yang mencakup pengaturan kawasan perairan dan pembangunan infrastruktur maritim.

“Dengan kerja sama berbasis aturan internasional, kita bisa membangun konsensus yang lebih kuat,” ujar Prabowo, yang juga menyinggung peran aktif Singapura dalam pembangunan infrastruktur dan pengawasan keamanan di Selat Malaka.

Di sisi lain, Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan bahwa kepentingan Singapura dalam Selat Malaka selaras dengan tujuan Indonesia. Ia menyebutkan bahwa negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand juga terlibat dalam upaya menjaga jalur ini. “Kita telah sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih intensif, termasuk dalam penegakan hukum laut dan pengembangan ekonomi kawasan,” tambah Wong, menunjukkan bahwa Topics Covered dalam pertemuan ini mencakup pengelolaan kebijakan maritim dan penguatan hubungan diplomatik.

“Selat Malaka adalah bagian dari kepentingan bersama, dan kita harus memastikan ia tetap aman bagi seluruh pihak,” tegas Wong, yang menyoroti pentingnya Topics Covered dalam perjanjian multilateral yang melibatkan negara-negara pesisir.

Sebagai bagian dari Topics Covered dalam pertemuan ini, Prabowo juga menyebutkan upaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap ancaman keamanan, seperti perompakan dan kecelakaan kapal. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kesepakatan politik dan keterlibatan masyarakat sipil. “Selat Malaka adalah jembatan ekonomi, dan kita harus menjaganya sebagai jembatan perdamaian,” ujar Prabowo, yang menambahkan bahwa kerja sama dengan Singapura akan menjadi acuan bagi negara-negara lain di kawasan.

Ikut berdiskusi