Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Topics Covered: Puan Minta Latsarmil Koperasi Merah Putih Difokuskan ke Aspek Manajerial

Joseph Gonzalez - pusatkabar.com 3 mins baca

Puan Minta Fokus Manajerial untuk Latsarmil Koperasi Merah Putih Topics Covered – Jakarta, 30 Juni 2026 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani

Topics Covered: Puan Minta Latsarmil Koperasi Merah Putih Difokuskan ke Aspek Manajerial

Puan Minta Fokus Manajerial untuk Latsarmil Koperasi Merah Putih

Topics Covered – Jakarta, 30 Juni 2026 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menekankan perlunya perbaikan kebijakan pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diadakan untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah harus mengarahkan evaluasi program ini lebih pada aspek manajerial, terutama setelah terjadi lima kematian selama pelatihan. Puan mengatakan bahwa ini adalah momen penting untuk merevisi sistem pelaksanaan Latsarmil agar lebih aman dan efektif.

Evaluasi Manajerial sebagai Solusi Utama

Dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Puan menyampaikan bahwa masalah keamanan peserta Latsarmil perlu diperbaiki melalui pengelolaan manajerial yang lebih matang. Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pengelola koperasi, tetapi jika tidak disusun secara terencana, risiko keselamatan bisa meningkat. “Evaluasi yang dilakukan pemerintah harus menembus akar masalah, termasuk meninjau kembali standar operasional dan pedoman pelaksanaan pelatihan,” ujarnya. Puan berharap, penekanan pada aspek manajerial akan mencegah kejadian serupa dan memastikan keberlanjutan program ini.

“Evaluasi yang dilakukan pemerintah harus mencakup seluruh aspek manajerial, baik dalam pengorganisasian maupun pelaksanaan. Tidak hanya fokus pada teknik fisik, tetapi juga pembekalan kompetensi administratif dan kepemimpinan peserta,” kata Puan. Ia menyoroti bahwa manajemen pelatihan yang baik adalah kunci untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan kualitas output program.

Kebijakan Latsarmil ini disusun sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat koperasi sebagai salah satu ujung tombak perekonomian desa dan nelayan. Puan menambahkan bahwa selain keamanan, aspek organisasi, pengawasan, dan koordinasi antar lembaga juga perlu diperhatikan. “DPR akan memantau hasil evaluasi secara berkala, sehingga tindak lanjut kebijakan bisa diterapkan dengan baik,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa Topics Covered dalam evaluasi ini harus mencakup seluruh proses pelatihan untuk memastikan koperasi bisa menjadi lebih mandiri dan tangguh.

Peran Manajerial dalam Koperasi

Puan memaparkan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kemampuan manajerial pengurus dan anggotanya. Dalam sesi diskusi, ia menegaskan bahwa Latsarmil tidak hanya berupa pelatihan fisik, tetapi juga harus melibatkan pembelajaran tentang tata kelola keuangan, pengelolaan sumber daya, dan kebijakan internal. “Koperasi Merah Putih yang mampu beroperasi secara efektif akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Topics Covered dalam program ini harus mencakup bidang-bidang manajerial yang relevan.

Dalam memperbaiki Latsarmil, Puan mengusulkan adanya penyempurnaan kurikulum pelatihan. Ia berpendapat bahwa selama ini fokus program terlalu pada aspek teknis, sedangkan penekanan pada manajerial bisa menyelesaikan akar masalah. “Manajemen yang baik akan membantu calon pengelola menghadapi tantangan sehari-hari, bahkan saat menghadapi situasi darurat,” jelasnya. Ia juga menekankan perlunya keterlibatan pengurus koperasi dalam memastikan kebijakan ini dijalankan secara konsisten.

“Kami di DPR telah menyiapkan rekomendasi untuk pembenahan manajerial Latsarmil. Rekomendasi ini akan menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menyusun skema pelatihan yang lebih terarah,” tambah Puan. Ia berharap, langkah ini bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas pelatihan secara keseluruhan.

Puan juga menekankan pentingnya Topics Covered dalam laporan evaluasi terkait pelaksanaan Latsarmil. Ia mengatakan bahwa DPR akan terus mengawasi progres program ini, terutama dalam hal koordinasi antar lembaga dan penerapan kebijakan. “Evaluasi yang tidak mencakup Topics Covered secara menyeluruh bisa menyebabkan kelemahan dalam sistem pelatihan, sehingga perlu dihindari,” ujarnya. Puan menambahkan bahwa perbaikan manajerial tidak hanya memperbaiki keselamatan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.

Dalam rangkaian pertemuan, Puan menyampaikan bahwa pemerintah harus lebih transparan dalam menyusun skema Latsarmil. Ia berpendapat bahwa manajemen yang baik akan mengurangi kesenjangan antara kebijakan dan pelaksanaan. “Evaluasi yang Topics Covered dengan tepat akan menghasilkan solusi yang lebih akurat dan praktis,” pungkasnya. Dengan fokus pada manajerial, Puan yakin program ini bisa memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat yang terlibat langsung.

Ikut berdiskusi