Usai Dilantik, Sudaryono Bongkar Masalah MBG dan Siapkan Pembenahan
Jakarta — Setelah resmi menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono segera merancang berbagai inisiatif strategis guna memperbaiki
Usai Dilantik Sudaryono Bongkar Masalah MBG dan Siapkan Pembenahan Menyeluruh
Pusatkabar.com – Jakarta — Setelah resmi menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono segera merancang berbagai inisiatif strategis guna memperbaiki jalannya program Makan Bergizi Gratis. Pengangkatan dirinya menggantikan Naniek S. Deyang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2026. Langkah ini menjadi momentum penting bagi program nasional yang sedang menghadapi berbagai tantangan internal.
Dukungan Penuh dari Staf Khusus Wakil Presiden
Inisiatif pembenahan yang digagas Sudaryono mendapat respons positif dari Nico Harjanto, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia. Nico menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan total terhadap upaya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola program MBG. Dukungan ini menjadi fondasi kuat bagi transformasi yang akan dilakukan.
Menurut pandangan Nico, kombinasi antara penguatan sistem manajemen dengan pemanfaatan teknologi modern akan menghasilkan dua manfaat utama. Pertama, penentuan sasaran penerima manfaat menjadi lebih akurat. Kedua, risiko kebocoran anggaran dapat ditekan secara signifikan. Hal ini sejalan dengan visi Sudaryono untuk menciptakan sistem yang lebih transparan.
Kami mendukung penuh Kepala BGN Bapak Sudaryono dalam melakukan perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh,
— Nico Harjanto, dalam keterangan tertulis pada Kamis (23/7/2026).
Nico menambahkan bahwa transformasi sistem pengelolaan merupakan faktor krusial untuk memastikan program berjalan optimal. Di sisi lain, partisipasi aktif pelaku ekonomi lokal juga dipandang mampu memperluas dampak positif baik secara sosial maupun ekonomi. Keterlibatan UMKM lokal, kantin sekolah, serta orang tua siswa diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang lebih terukur bagi masyarakat setempat.
Fokus pelaksanaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau yang dikenal sebagai 3T menjadi prioritas utama. Sudaryono menekankan bahwa program ini harus benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan. Dengan pendekatan yang tepat, MBG dapat menjadi instrumen pembangunan yang efektif.
Kami yakin, perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran MBG akan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional, khususnya menyangkut disiplin fiskal yang lebih tepat sasaran,
— Nico Harjanto.
Nico meyakini bahwa pelaksanaan MBG dengan manajemen yang baik berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini bahkan dinilai mampu memberikan sentimen positif terhadap kondisi perekonomian nasional secara keseluruhan. Kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah akan meningkat seiring dengan perbaikan yang dilakukan.
Kami berharap, MBG bisa menjadi salah satu contoh nyata penerapan tata kelola yang baik yang mendukung pertumbuhan ekonomi, serta bisa menjadi mesin pendorong perekonomian daerah,
— Nico Harjanto.
Visi Sudaryono: Sistem Bukan Lagi Berbasis Individu
Sudaryono sebelumnya telah menyampaikan bahwa fokus pembenahan akan mencakup empat pilar utama. Pertama, perbaikan tata kelola. Kedua, peningkatan transparansi. Ketiga, penguatan mekanisme pengawasan. Keempat, keterbukaan terhadap masukan dan kritik dari publik. Keempat pilar ini menjadi landasan bagi setiap perubahan yang akan diimplementasikan.
Menurutnya, masih terdapat berbagai kendala dalam implementasi MBG saat ini. Mulai dari dugaan penyelewengan, pelanggaran hukum, hingga praktik tata kelola yang belum sepenuhnya transparan. Kendala-kendala ini perlu diatasi secara sistematis agar program berjalan sesuai rencana.
Namun, Sudaryono menegaskan bahwa masalah hukum akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Sementara itu, BGN akan berfokus pada perbaikan sistem internal. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap masalah ditangani oleh pihak yang berwenang.
Yang hukum adalah urusannya penegak hukum. Kita menyerahkan sepenuhnya investigasi, penyelidikan, dan penyidikan kepada penegak hukum,
— Sudaryono di kantor BGN, Rabu (22/7/2026).
Sudaryono menekankan bahwa pengelolaan MBG ke depan harus mengadopsi pendekatan berbasis sistem. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada individu tertentu. Sistem yang kuat akan memastikan keberlanjutan program meskipun terjadi perubahan kepemimpinan.
Yang tadinya tidak transparan harus transparan. Yang tadinya tergantung sama person-person, tidak boleh lagi. Harus by system,
— Sudaryono.
Dalam hal konflik kepentingan, Sudaryono memastikan tidak ada masalah di lingkungan BGN. Baik dirinya sebagai kepala BGN maupun anggota keluarganya tidak memiliki kepemilikan atas SPPG maupun dapur MBG. Ia juga berkomitmen untuk menindak tegas pihak-pihak yang mengatasnamakan kerabat pejabat guna melakukan intimidasi.
Aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian serius. Sudaryono menyatakan bahwa kualitas bahan baku dan proses pengolahan perlu diperketat guna mencegah terulangnya kasus keracunan. Standar keamanan pangan akan menjadi prioritas dalam setiap tahap pelaksanaan program.
Mengenai evaluasi anggaran, Sudaryono mengakui bahwa ia masih dalam tahap mempelajari berbagai aspek terkait. Hal ini wajar mengingat ia baru saja dilantik sebagai Kepala BGN. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan setiap rupiah digunakan secara optimal.
Nanti aku cek, baru juga dilantik,
— Sudaryono.
Sudaryono menambahkan bahwa arahan dari Presiden Prabowo adalah segera menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG. Prioritas utamanya adalah mengutamakan kepentingan masyarakat. Dengan komitmen ini, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia.
