Skip to content
Fresh Desk
Juli 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Perkuat Kemitraan Strategis, RI – Belarus Sepakati Tujuh Kerja Sama Prioritas

Joseph Gonzalez 3 mins baca

esia dan Belarus Perkuat Kerja Sama Strategis Main Agenda - Langkah penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Belarus terjadi pada

Main Agenda: Perkuat Kemitraan Strategis, RI – Belarus Sepakati Tujuh Kerja Sama Prioritas

Main Agenda: Indonesia dan Belarus Perkuat Kerja Sama Strategis

Main Agenda – Langkah penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Belarus terjadi pada Rabu, 2 Juli 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Pada pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, kedua negara menyetujui tujuh kerja sama utama sebagai bagian dari Main Agenda. Kesepakatan ini mencakup berbagai bidang seperti kesehatan, budaya, akreditasi nasional, keuangan, dan inovasi teknologi, yang menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan hubungan bilateral dalam jangka panjang.

Sejumlah Kerja Sama Prioritas yang Disepakati

Sebagai bagian dari Main Agenda, tujuh kerja sama utama ini dicanangkan untuk mendorong kolaborasi yang lebih dalam. Pertama, Kementerian Perindustrian Indonesia dan Belarus menandatangani MoU yang bertujuan meningkatkan pertukaran teknologi dan pengembangan industri bersama. Kedua, Kementerian Kebudayaan dua negara menyepakati kerja sama dalam bidang seni, sastra, dan pendidikan, yang akan memperkaya pertukaran budaya antar masyarakat. Ketiga, Otoritas Jasa Keuangan Indonesia dan Bank Nasional Belarus sepakat mengembangkan mekanisme pertukaran informasi mengenai kejahatan keuangan dan pendanaan terorisme, sebagai bagian dari Main Agenda yang fokus pada transparansi ekonomi.

Pada bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan Indonesia dan Belarus meneken nota kesepahaman yang akan mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pelayanan kesehatan, penelitian medis, serta pengendalian penyakit menular. Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus menyetujui kerja sama dalam riset teknologi dan inovasi, termasuk pengembangan solusi digital dan energi terbarukan. Dalam Main Agenda, upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kapasitas nasional.

Salah satu prioritas utama dalam kerja sama adalah pengembangan akreditasi nasional, yang ditandatangani oleh Komite Akreditasi Nasional Indonesia dan Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation. MoU ini bertujuan untuk harmonisasi standar akreditasi antar kedua negara, serta mempercepat proses verifikasi kualitas institusi pendidikan dan penelitian. Selain itu, PPATK Indonesia dan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus menyetujui perjanjian kerja sama pertukaran informasi terkait pencucian uang dan proliferasi senjata pemusnah massal, yang menjadi fokus dalam Main Agenda.

“Main Agenda ini menunjukkan komitmen kita untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan, baik dalam aspek politik maupun ekonomi,” kata Prabowo dalam pembukaan pertemuan. Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut akan menjadi dasar untuk meningkatkan kepercayaan antar negara dan memperkuat kerja sama bilateral.

Di sisi lain, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko juga menyoroti pentingnya Main Agenda dalam menghadapi tantangan global. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan ekonomi, serta membuka peluang investasi dan ekspor. Pertemuan ini menandai langkah konkret dalam mempererat ikatan strategis antara kedua negara, seiring dengan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi.

Dalam rangka mengimplementasikan Main Agenda, kedua negara juga menyusun Peta Jalan Kerja Sama Prioritas untuk periode 2026–2030. Peta jalan ini mencakup strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan publik, menekankan kemitraan dalam bidang keuangan, teknologi, dan pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi kerangka kerja yang lebih efektif dalam mengatur kerja sama yang saling menguntungkan, sejalan dengan tujuan kesejahteraan bersama yang menjadi fokus utama dalam Main Agenda.

Ikut berdiskusi