Topics Covered: Presiden Lukashenko Klaim Kerja Sama RI-Belarus Capai Kesepakatan Jutaan Dolar AS
Presiden Lukashenko: RI-Belarus Capai Kesepakatan Kerja Sama Bernilai Jutaan Dolar AS Topics Covered - KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Presiden Lukashenko: RI-Belarus Capai Kesepakatan Kerja Sama Bernilai Jutaan Dolar AS
Topics Covered – KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saat kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia, beberapa kesepakatan kerja sama bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (AS) berhasil dicapai. Hal ini menandai langkah maju dalam kerja sama bilateral RI-Belarus, yang sebelumnya telah dibangun melalui pertemuan di Minsk beberapa bulan lalu.
Kemitraan yang Muncul dari Diskusi Intensif
Dalam pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis (2/7), Lukashenko menyampaikan kepuhannya atas kesepakatan tersebut. Ia menekankan bahwa hasil ini merupakan buah dari diskusi yang intensif, melibatkan para menteri, ahli, dan pengusaha dari kedua negara.
“Saya merasa sangat puas karena setelah kunjungan Presiden Indonesia ke Minsk, pembicaraan yang kami lakukan, serta kerja keras para menteri, para ahli, dan kalangan dunia usaha dari kedua negara, hari ini kita telah mencapai sejumlah kesepakatan bernilai jutaan dolar,” ujar Lukashenko.
Kesepakatan ini bukanlah hasil diskusi mendadak, melainkan hasil dari persiapan yang telah dilakukan sejak tahun lalu setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo di Belarus. Menurut Lukashenko, pengaturan ini berjalan lancar karena kedua belah pihak memiliki visi yang selaras.
Roadmap Kerja Sama untuk 2030
Lukashenko menyatakan bahwa Indonesia dan Belarus telah meluncurkan roadmap kerja sama yang akan menjadi panduan pengembangan hubungan bilateral hingga 2030. Implementasi berbagai proyek dalam peta jalan ini dimulai melalui kunjungan kenegaraan yang dilakukan hari ini.
“Kunjungan ini telah kami rencanakan bersama Presiden Indonesia sejak tahun lalu. Saya menyampaikan hal ini agar masyarakat Belarus memahami bahwa kunjungan ini bukanlah sesuatu yang spontan, melainkan telah dipersiapkan sejak lama,” katanya.
Dalam roadmap ini, fokus akan diberikan pada transfer teknologi, pertanian, industri manufaktur, dan pengembangan ekonomi. Lukashenko menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama bukan hanya memperluas nilai perdagangan, tetapi juga mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Setelah kunjungan ini, perdagangan antara kedua negara akan semakin berkembang. Namun, yang paling penting bukan sekadar perdagangan, melainkan transfer teknologi,” ujarnya.
Belarus memiliki pengalaman di bidang pertanian, industri, kendaraan, dan peralatan berat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan Indonesia, terutama di sektor ketahanan pangan. Menurut Lukashenko, negaranya siap memberikan bantuan teknologi, alat pertanian modern, serta berpartisipasi dalam pengembangan industri lokal.
“Kami tidak hanya siap memasok teknologi, tetapi juga berbagi pengetahuan, melatih tenaga kerja Indonesia, dan membantu pengembangan industri di Indonesia sehingga masyarakat Indonesia memperoleh manfaat langsung,” katanya.
Di samping itu, Belarus menyatakan siap memasok berbagai komoditas pangan, seperti produk susu dan daging, sekaligus membantu peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan tenaga profesional. Lukashenko menegaskan bahwa tidak ada sektor yang tertutup untuk kerja sama RI-Belarus, dengan peluang besar untuk memperluas kolaborasi.
“Saya yakin bahwa hubungan RI-Belarus akan terus berkembang. Topics Covered ini menjadi langkah awal yang kuat, dan kita akan terus mendorong inisiatif-inisiatif baru dalam lima tahun ke depan,” tambah Lukashenko.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana untuk melakukan kunjungan balik ke Belarus setelah menerima kunjungan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka hari ini. Ia berharap kunjungan tersebut dapat mempererat hubungan diplomatik serta memperluas kerja sama antar kedua negara.
“Yang Mulia Presiden Lukashenko, sekali lagi saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan kenegaraan Yang Mulia untuk kedua kalinya ke Indonesia. Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menargetkan Roadmap Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 sebagai arahan utama pengembangan hubungan bilateral dalam lima tahun ke depan. Dengan menggabungkan pengalaman dan sumber daya kedua negara, ia optimis bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan pada perekonomian dan kehidupan masyarakat Indonesia.
