Skip to content
Fresh Desk
Juli 3, 2026
Nasional

Topics Covered: Belarus Buka Peluang Fasilitas Bebas Visa & Konektivitas Penerbangan dengan RI

Elizabeth Moore 2 mins baca

Belarus Buka Peluang Fasilitas Bebas Visa & Konektivitas Penerbangan dengan RI Perkuatan Hubungan Antarnegara Topics Covered - Pertemuan bilateral antara

Topics Covered: Belarus Buka Peluang Fasilitas Bebas Visa & Konektivitas Penerbangan dengan RI

Belarus Buka Peluang Fasilitas Bebas Visa & Konektivitas Penerbangan dengan RI

Perkuatan Hubungan Antarnegara

Topics Covered – Pertemuan bilateral antara Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026), menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan hubungan sosial kedua negara. Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan usai pertemuan, Lukashenko menyampaikan kemungkinan peningkatan akses perjalanan melalui fasilitas bebas visa serta pengembangan rute penerbangan.

“Saya mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo terhadap penguatan hubungan antarmasyarakat, termasuk upaya mendorong fasilitas visa yang lebih mudah dan pembukaan akses penerbangan di masa depan,” ujar Lukashenko.

Kemitraan untuk Mobilitas Masyarakat

Presiden Belarus mengharapkan warga negaranya dapat lebih nyaman melakukan perjalanan ke Indonesia, sementara masyarakat Indonesia juga dinantikan untuk memiliki kemudahan akses ke Belarus. Ini dianggap sebagai langkah penting untuk mempererat hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.

“Kami berharap masyarakat Belarus semakin mudah mengunjungi Indonesia, demikian pula masyarakat Indonesia dapat semakin akrab dengan negara kita,” tambahnya.

Perjanjian Ekonomi dan Roadmap Kerja Sama

Dalam roadmap pengembangan hubungan Indonesia-Belarus 2026–2030, fokus utama ditempatkan pada pengembangan sektor pertanian modern. Prabowo menekankan bahwa kedua negara memiliki potensi yang saling melengkapi, terutama dalam meningkatkan produktivitas melalui teknologi dan alat berat.

“Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, teknologi, serta alat berat,” katanya.

Di samping ketahanan pangan, kerja sama ekonomi juga akan melibatkan peningkatan industri, modernisasi pertanian, dan pengembangan rantai pasok. Prabowo menyoroti potensi kolaborasi dalam sektor manufaktur, otomotif, serta agroindustri melalui skema joint venture.

Perjanjian Perdagangan dan Akselerasi Kolaborasi

Presiden Prabowo menyebut Belarus telah menyelesaikan ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). Ia juga menegaskan komitmen Indonesia untuk segera menyelesaikan proses ratifikasi serupa. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan muncul peluang baru dalam perdagangan dan investasi.

Secara terpisah, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang kesehatan, budaya, sains, teknologi, akreditasi nasional, pelaporan keuangan, hingga pertahanan. Beberapa dokumen kerja sama di sektor tersebut telah ditandatangani oleh delegasi dari kedua negara.

Ikut berdiskusi