Skip to content
Fresh Desk
Juli 20, 2026
Keuangan

Key Strategy: OK Bank Fokus Garap Korporasi Domestik, Tak Andalkan Perusahaan dari Korea Selatan

Sandra Brown 2 mins baca

i Domestik, Key Strategy Utama dalam Pertumbuhan Key Strategy - PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mengungkapkan key strategy utama dalam perluasan kreditnya

Key Strategy: OK Bank Fokus Garap Korporasi Domestik, Tak Andalkan Perusahaan dari Korea Selatan

OK Bank Fokus pada Korporasi Domestik, Key Strategy Utama dalam Pertumbuhan

Key Strategy – PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mengungkapkan key strategy utama dalam perluasan kreditnya, yaitu fokus pada pembiayaan korporasi lokal. Pemegang saham pengendali OK Bank, OK Next Co., Ltd., dari Korea Selatan, memastikan bahwa kebijakan perbankan ini tidak bergantung pada perusahaan asing dari negara tersebut. Langkah ini bertujuan memperkuat kinerja bisnis dan menangkap peluang pasar yang lebih stabil di Indonesia.

Strategi Penyaluran Kredit yang Berorientasi Lokal

OK Bank, sebagai bagian dari kelompok jasa keuangan Korea Selatan, menegaskan bahwa key strategy mereka berfokus pada ekspansi kredit di sektor korporasi domestik. Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah, menjelaskan bahwa prioritas utama strategi ini adalah pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan. “Pembiayaan OK Bank saat ini lebih mengutamakan nasabah lokal yang memiliki fondasi bisnis kuat, dibandingkan melibatkan perusahaan dari Korea Selatan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026).

Dalam penerapan key strategy ini, OK Bank melakukan analisis mandiri terhadap kualitas debitur dan risiko yang terkait. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan pada hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali. Pendekatan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas aset serta memastikan pertumbuhan kredit yang stabil di tengah dinamika pasar yang berubah.

Kinerja Finansial dan Perkembangan Aset Perbankan

OK Bank, yang menguasai 73,34% saham PT Bank Oke Indonesia Tbk, menunjukkan perkembangan positif dalam penyaluran kredit. Menurut laporan keuangan Mei 2026, nilai kredit yang diberikan mencapai Rp10,81 triliun, naik 12,66% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan key strategy mereka dalam menarik klien lokal yang siap untuk berkembang.

Dengan fokus pada korporasi dalam negeri, OK Bank memperkuat keberadaannya di pasar Indonesia. Pemegang saham pengendali dari Korea Selatan berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kontrol strategis dan kebebasan operasional. Key strategy ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan layanan keuangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.

Menurut Efdinal, kebijakan pembiayaan korporasi lokal tidak hanya memperkuat risiko kredit tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah. “Kami berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, sehingga bisa mendukung pertumbuhan sektor riil Indonesia secara berkelanjutan,” tambahnya. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah.

Strategi ini juga sejalan dengan tren perbankan yang semakin memperhatikan risiko domestik. Dengan memperluas kredit ke korporasi lokal, OK Bank berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia. Key strategy mereka menunjukkan komitmen untuk mengembangkan bisnis secara mandiri, sambil memanfaatkan kekuatan jaringan dari pemegang saham asing.

Ikut berdiskusi