Skip to content
Fresh Desk
Juli 20, 2026
Keuangan

New Policy: Bank Kasikorn (BMAS) Optimistis Kredit Tumbuh Meski Laba Turun 91,5% di Kuartal I

Karen Williams 3 mins baca

mbuh dengan New Policy New Policy - Dengan adanya New Policy, PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) berupaya memastikan pertumbuhan kredit tetap terjaga meski

New Policy: Bank Kasikorn (BMAS) Optimistis Kredit Tumbuh Meski Laba Turun 91,5% di Kuartal I

Bank Kasikorn (BMAS) Optimistis Kredit Tetap Tumbuh dengan New Policy

New Policy – Dengan adanya New Policy, PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) berupaya memastikan pertumbuhan kredit tetap terjaga meski menghadapi penurunan laba yang signifikan. Meski kinerja keuangan bank ini mencatatkan penurunan laba bersih hingga 91,5% pada kuartal I tahun ini, Bank Kasikorn tetap menyatakan keyakinan dalam menjaga pertumbuhan bisnisnya hingga akhir tahun 2026. New Policy ini diharapkan menjadi strategi utama untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang terus berubah.

Analisis Penurunan Laba di Kuartal I dan Tantangan Ekonomi

Penurunan laba BMAS mencapai Rp2,6 miliar pada kuartal I 2026, dengan penurunan tahunan sebesar 91,5%. Angka ini mencerminkan tekanan dari faktor-faktor eksternal seperti inflasi yang tinggi, fluktuasi suku bunga, dan kondisi pasar yang tidak stabil. Namun, meski ada penurunan di sektor keuntungan, Bank Kasikorn masih mempertahankan optimisme karena pertumbuhan kredit yang agresif mengimbangi dampak negatif tersebut.

Kenaikan penyaluran kredit sebesar 27% tahunan menjadi Rp8,21 triliun menunjukkan strategi yang diambil bank ini semakin berdampak. Pertumbuhan ini dibandingkan dengan Rp14,34 triliun pada kuartal I 2025, meskipun diiringi penurunan pendapatan bunga bersih (NII) dari Rp176,75 miliar ke Rp164,37 miliar. Penurunan NII terjadi karena penyempitan net interest margin (NIM) dari 3,54% menjadi 3,17%, yang mencerminkan tekanan persaingan dan kebijakan moneter yang lebih ketat.

“New Policy menjadi pilar penting dalam menjaga konsistensi pertumbuhan kredit, terlepas dari tekanan yang dihadapi BMAS,” ujar Deasy Wulaningsih, CFO PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk.

Strategi New Policy untuk Mempertahankan Pertumbuhan Kredit

Bank Kasikorn mencoba mengoptimalkan New Policy dengan fokus pada penghimpunan dana dan peningkatan efisiensi operasional. Dalam upaya ini, dana pihak ketiga (DPK) yang turun 24,49% YoY menjadi Rp11,47 triliun tetap dijaga agar bisa mendukung penyaluran kredit. Selain itu, transformasi organisasi dan penguatan kemampuan digital menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas layanan, sehingga menarik lebih banyak nasabah dan memperkuat posisi pasar.

Transformasi ini juga mencakup rebranding menjadi KBank Indonesia, yang dilakukan untuk meningkatkan engagement nasabah. Dengan New Policy, Bank Kasikorn berupaya menyesuaikan strategi pemasaran dan layanan digital agar lebih efektif dalam menjangkau pasar. Sejumlah langkah konkret seperti penerapan teknologi baru, pengoptimalan proses kredit, dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan debitur diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Keberlanjutan New Policy di Semester II 2026

Bank Kasikorn menyatakan bahwa New Policy akan terus diterapkan dan dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan kondisi pasar. Meski ada penyesuaian berdasarkan perubahan suku bunga dan likuiditas, target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tetap dipertahankan. CFO Deasy Wulaningsih menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga pada peningkatan kualitas aset dan manajemen risiko.

Pertumbuhan kredit diharapkan tetap stabil, dengan penyaluran yang dilakukan secara selektif. Bank ini menyadari bahwa keberhasilan New Policy bergantung pada kemampuan untuk mempertahankan profitabilitas meski dalam situasi ekonomi yang tidak pasti. Dengan menekankan kehati-hatian dalam penyaluran, BMAS berupaya mengurangi risiko kredit bermasalah sekaligus memastikan kinerja finansial tetap seimbang.

“New Policy memungkinkan BMAS untuk tetap fokus pada pertumbuhan kredit sambil mengelola risiko dengan lebih baik,” tutur Deasy Wulaningsih, yang menekankan bahwa transformasi bisnis dan pengoptimalan sumber daya adalah kunci untuk mencapai kesuksesan ini.

Tantangan dan Peluang dalam Implementasi New Policy

Di sisi lain, Bank Kasikorn harus menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan New Policy, termasuk fluktuasi ekonomi dan persaingan ketat di sektor perbankan. Namun, dengan memperkuat hubungan dengan nasabah melalui layanan yang lebih inovatif dan proses kredit yang lebih cepat, bank ini yakin dapat mengatasi hambatan tersebut. Dukungan dari pemerintah dalam kebijakan keuangan juga menjadi faktor yang mendukung keberhasilan New Policy.

Terlepas dari penurunan laba, BMAS masih mempertahankan kepercayaan pada prospek ekonomi Indonesia. Dengan New Policy, bank ini berharap dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Peningkatan kualitas aset dan manajemen risiko menjadi fokus utama, agar keberlanjutan pertumbuhan kredit tetap terjaga meski dalam kondisi ekonomi yang dinamis.

Ikut berdiskusi