New Policy: KB Bank Genjot Bisnis Wholesale dan Retail, Kredit Capai Rp 43 Triliun & NII Naik 97%
KB Bank Menerapkan New Policy untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Wholesale dan Retail Pengenalan New Policy dan Strategi Utama New Policy - PT Bank KB
KB Bank Menerapkan New Policy untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Wholesale dan Retail
Pengenalan New Policy dan Strategi Utama
New Policy – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) secara resmi meluncurkan New Policy sebagai strategi pengembangan utama dalam memperkuat bisnis perbankan ritel dan grosir. Dalam pengumuman resmi, perusahaan menegaskan komitmen untuk meningkatkan akses kredit bagi sektor-sektor kritis, termasuk logistik, barang konsumsi, teknologi, dan properti. New Policy ini menjadi pendorong utama dalam mencapai penyaluran kredit yang signifikan hingga mencapai Rp 43,19 triliun pada kuartal I-2026.
Peningkatan NII dan Optimasi Operasional
Salah satu dampak langsung dari New Policy adalah kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) yang mencapai 97,28%, naik dari Rp 185 miliar pada tahun sebelumnya hingga Rp 363 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh efisiensi operasional dan peningkatan margin bunga bersih (NIM) yang lebih baik. Selain itu, dana murah atau current account saving account (CASA) juga mengalami pertumbuhan 5,74% YoY, mencapai Rp 13,09 triliun, sementara total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 41,52 triliun. Target New Policy mencakup pengoptimalan struktur pendanaan dan penguatan kualitas aset.
Dalam rangka mewujudkan New Policy, KB Bank melakukan penyesuaian prioritas operasional untuk memastikan keseimbangan antara pertumbuhan jangka pendek dan stabilitas jangka panjang. Transformasi ini tidak hanya memperkuat basis kredit, tetapi juga meningkatkan kemampuan operasional dan layanan pelanggan. Para pelaku bisnis serta stakeholder menilai strategi tersebut sebagai langkah penting dalam membangun fondasi keuangan yang lebih kuat.
“New Policy kami diharapkan menjadi penggerak utama untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar, baik bagi nasabah maupun mitra strategis. Kami fokus pada peningkatan kualitas aset, manajemen risiko, dan ekosistem pendanaan yang lebih sehat,” ungkap Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank, dalam siaran pers Selasa (23/6/2026).
Kebijakan baru tersebut juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai industri. Contohnya, dalam bidang logistik, KB Bank menyediakan fasilitas pembiayaan senilai Rp 720 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur rantai dingin nasional. Di sektor barang konsumsi, mereka memperkuat kemitraan dengan PT Lucky Mom Indonesia (Makuku) melalui penyaluran kredit hingga Rp 400 miliar. Di bidang teknologi, perusahaan menyalurkan dana Rp 200 miliar kepada PT ECS Indo Jaya untuk memperkuat ekosistem distribusi produk ICT. Kebijakan New Policy menunjukkan upaya KB Bank untuk menjangkau sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Di segmen ritel, KB Bank melakukan inisiatif baru dengan meluncurkan Kantor Cabang Semarang yang dilengkapi fasilitas Priority Banking Center. Langkah ini bertujuan menjangkau nasabah kelas atas dan komunitas bisnis di Jawa Tengah. Selain itu, perusahaan juga meraih tiga penghargaan di ajang Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2026, kategori layanan digital, kartu debit, dan kartu kredit, yang mencerminkan kesuksesan New Policy dalam meningkatkan daya saing digital.
Transformasi organisasi KB Bank juga mencakup pengoptimalan sumber daya manusia dan manajemen jaringan kantor. Dengan mengintegrasikan New Policy ke dalam setiap aspek operasional, perusahaan yakin akan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan. Dukungan dari KB Financial Group, salah satu grup layanan keuangan terbesar di Korea Selatan, menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi ini. Kebijakan New Policy tidak hanya meningkatkan kinerja saat ini, tetapi juga mempersiapkan KB Bank untuk menghadapi tantangan pasar yang dinamis.
Dengan kombinasi strategi New Policy dan inisiatif-inisiatif spesifik di berbagai sektor, KB Bank menunjukkan komitmen untuk menjadi bank yang lebih berdaya saing. Pertumbuhan kredit hingga Rp 43,19 triliun serta kenaikan NII sebesar 97,28% menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan ini. Dukungan dari peningkatan layanan digital dan ekspansi kerja sama strategis diharapkan dapat memperkuat posisi KB Bank di pasar perbankan Indonesia.
Langkah-langkah yang diambil dalam New Policy mencerminkan penyesuaian dengan kebutuhan pelaku ekonomi riil. Dengan menargetkan sektor-sektor kritis, KB Bank berupaya memastikan kontribusi keuangan yang berkelanjutan. Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kepuasan nasabah melalui inovasi dan pelayanan yang lebih responsif. New Policy menjadi pondasi untuk mencapai pertumbuhan yang berimbang dan berkelanjutan, sejalan dengan visi KB Bank sebagai salah satu bank yang mampu memberikan dampak positif pada ekosistem keuangan nasional.
