Skip to content
Fresh Desk
Juli 20, 2026
Keuangan

New Policy: KB Bank Kurangi Ketergantungan pada Korean Link, Perbesar Kredit Domestik

Sandra Brown 3 mins baca

KB Bank Mengenalkan New Policy untuk Kurangi Ketergantungan pada Korean Link New Policy - Kebijakan baru yang diterapkan oleh PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP)

New Policy: KB Bank Kurangi Ketergantungan pada Korean Link, Perbesar Kredit Domestik

KB Bank Mengenalkan New Policy untuk Kurangi Ketergantungan pada Korean Link

New Policy – Kebijakan baru yang diterapkan oleh PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) menandai langkah penting dalam mengurangi ketergantungan pada perusahaan-perusahaan Korea Selatan (Korean link) dan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor domestik. New Policy ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pembiayaan dalam negeri serta mengoptimalkan distribusi aset ke berbagai industri, sehingga meningkatkan ketahanan keuangan dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Strategi Diversifikasi dalam Pembiayaan

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menjelaskan bahwa eksposur kredit terhadap perusahaan Korea Selatan mencapai sekitar 30% dari total portofolio kredit wholesale. “New Policy kami dirancang agar ketergantungan pada Korean link tidak lagi menjadi dominan dalam pembiayaan,” ujarnya dalam wawancara dengan Kontan, Kamis (16/7/2026). Meskipun perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan tetap menjadi bagian penting dalam bisnis, penekanan pada sektor lokal menunjukkan keberhasilan KB Bank dalam mengembangkan diversifikasi yang lebih seimbang.

Langkah ini mencerminkan upaya bank untuk tidak hanya bergantung pada kredit kepada perusahaan besar yang sering kali terkait dengan pemegang saham pengendali, yaitu KB Kookmin Bank Co., Ltd. Sebagai bagian dari KB Financial Group, KB Kookmin Bank memiliki 66,88% saham di PT Bank KB Indonesia Tbk. Namun, dengan New Policy, KB Bank berkomitmen untuk memperluas jangkauan kredit hingga ke UKM, sektor pertanian, dan bisnis mikro yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.

“New Policy ini tidak hanya memperkuat posisi KB Bank di pasar dalam negeri, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk mendorong ekonomi lokal melalui pendekatan ekosistem yang lebih holistik,” tambah Kunardy. Menurutnya, penyaluran kredit ke sektor lokal akan memberikan dampak lebih luas terhadap stabilitas keuangan nasional.

Kebijakan New Policy: Ekosistem Pembiayaan yang Lebih Kuat

Salah satu aspek penting dari New Policy adalah pendekatan ekosistem dalam menyalurkan kredit. Kunardy menjelaskan bahwa KB Bank kini tidak hanya memfokuskan pada debitur utama, tetapi juga melibatkan seluruh rantai bisnis terkait. Contohnya, ketika membiayai rumah sakit, bank juga memperhatikan peran BPJS, pasien, pemasok, dan distributor. “Dengan menjangkau ekosistem yang lebih luas, kami bisa memastikan keberlanjutan pertumbuhan kredit sekaligus mengurangi risiko kreditif yang mungkin timbul dari ketergantungan pada satu sektor,” terangnya.

Menurut laporan keuangan Mei 2026, penyaluran kredit KB Bank mencapai Rp 43,52 triliun, naik 3,84% dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp 41,92 triliun. Kenaikan ini menunjukkan bahwa New Policy mulai menunjukkan hasilnya. Selain itu, KB Bank telah mencoba memperluas jangkauan kredit ke sektor manufaktur, industri konsumen, pertambangan, farmasi, logistik, dan penyimpanan dingin (cold chain storage). “New Policy ini memungkinkan kami untuk tetap terbuka terhadap berbagai peluang pasar,” katanya.

Manfaat dan Harapan New Policy untuk Ekonomi Lokal

Kebijakan New Policy diharapkan mampu meningkatkan akses permodalan bagi perusahaan-perusahaan lokal, terutama UKM yang sering menghadapi tantangan dalam memperoleh pembiayaan. Kunardy menekankan bahwa strategi ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas aset secara keseluruhan, karena diversifikasi sektor akan mengurangi risiko kredit yang terkonsentrasi di satu bidang.

Kompetitor di sektor perbankan pun mulai menyesuaikan strategi mereka untuk mengikuti arah kebijakan New Policy ini. Dengan mengalihkan fokus ke sektor domestik, KB Bank berharap dapat meningkatkan daya saing di pasar Indonesia. Selain itu, penguatan kredit lokal diharapkan mendorong ekspansi bisnis dalam negeri dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan New Policy ini juga menunjukkan bahwa KB Bank berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya transformasi keuangan Indonesia. Dengan menggali potensi sektor lokal, bank berusaha memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Kunardy menegaskan bahwa New Policy akan terus diperkuat melalui pengembangan produk dan layanan yang lebih inovatif untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan pelaku usaha.

Ikut berdiskusi