Paylater Perbankan Tumbuh 37,72% – Jauh Lampaui Laju Kredit Konsumsi
ahun Ini, Dominasi di Atas Kredit Konsumsi Paylater Perbankan Tumbuh 37 72 - Dalam upaya meningkatkan pelayanan keuangan, perbankan semakin mengandalkan
Produk Pembiayaan Paylater Naik 37,72% Tahun Ini, Dominasi di Atas Kredit Konsumsi
Paylater Perbankan Tumbuh 37 72 – Dalam upaya meningkatkan pelayanan keuangan, perbankan semakin mengandalkan produk berbasis konsep buy now pay later (BNPL). Layanan ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, bahkan melebihi laju kredit konsumsi tradisional di tengah pergeseran kebiasaan masyarakat.
Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai kredit BNPL di sektor perbankan naik 37,72% tahunan hingga Mei 2026, mencapai Rp 30,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan angka 37,29% pada April 2026.
Namun, volume BNPL tetap tidak menyentuh proporsi signifikan dari total kredit bank, sekitar 0,34% pada bulan Mei 2026. Pertumbuhan yang pesat ini mencerminkan perubahan preferensi pengguna, meski masih jauh dari menjadi tulang punggung kredit perbankan.
Perbedaan dengan Kredit Konsumsi Biasa
Pertumbuhan BNPL jauh lebih signifikan dibandingkan kredit konsumsi biasa. Hingga Mei 2026, kredit konsumsi bank hanya naik 5,89% tahunan, lebih lambat dari pertumbuhan 6,13% di April 2026.
“Proses pengajuan kredit konsumsi biasanya lebih kompleks dan membutuhkan persyaratan yang lebih ketat,” terang Trioksa Siahaan, kepala penelitian dan pengembangan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), kepada Kontan, Selasa (7/7/2026).
Kepala peneliti LPPI tersebut menjelaskan bahwa tingkat peningkatan BNPL dipengaruhi oleh preferensi masyarakat terhadap layanan yang cepat, terintegrasi, dan fleksibel. Keunggulan produk ini antara lain memungkinkan akses cepat, limit kredit relatif kecil, serta penggunaan kapan saja untuk kebutuhan jangka pendek.
Kondisi daya beli yang masih menghadapi tekanan juga memperkuat tren ini. Masyarakat lebih memilih solusi pembiayaan yang bisa diakses secara digital, terutama di tengah percepatan transformasi teknologi dalam sektor keuangan.
Trioksa memprediksi tren ini akan berlanjut, dengan digitalisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat sebagai faktor utama peningkatan penggunaan BNPL. Namun, ia memperingatkan bahwa pertumbuhan bisa mengalami perlambatan jika daya beli belum pulih, regulasi semakin ketat, atau bank melakukan pemilihan debitur yang lebih selektif.
Untuk menghadapi pertumbuhan yang cepat, Trioksa menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang baik. Bank perlu memastikan ekspansi tidak mengurangi kualitas pembiayaan. Risiko kredit dapat meningkat apabila pertumbuhan hanya berorientasi pada volume tanpa memperhatikan kualitas debitur.
Karena itu, penguatan skoring kredit berbasis data, pengawasan pembayaran secara langsung, penyesuaian limit, serta pemantauan dini nasabah yang kesulitan bayar menjadi penting untuk menjaga kualitas kredit di tengah momentum pertumbuhan yang tinggi.
