Skip to content
Fresh Desk
Juli 18, 2026
Nasional

Key Discussion: Prabowo Minta Peremajaan Tebu Dipercepat, Target Tuntas Dalam Dua Tahun

Karen Brown 3 mins baca

Key Discussion: Prabowo Minta Peremajaan Tebu Dipercepat, Target Tuntas Dalam Dua Tahun Pengembangan Ketahanan Pangan dengan Peremajaan Tebu Key Discussion

Key Discussion: Prabowo Minta Peremajaan Tebu Dipercepat, Target Tuntas Dalam Dua Tahun

Key Discussion: Prabowo Minta Peremajaan Tebu Dipercepat, Target Tuntas Dalam Dua Tahun

Pengembangan Ketahanan Pangan dengan Peremajaan Tebu

Key Discussion – JAKARTA. Key Discussion terkini menyebutkan bahwa Menteri Pertanian dan Presiden Prabowo Subianto telah sepakat untuk mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Target penyelesaian program ini ditetapkan dalam dua tahun, lebih cepat dari rencana awal yang membutuhkan empat tahun. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu, yang menjadi bahan baku industri gula dan bioetanol, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Mentan melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100.000 hektare per tahun dan dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun,’” kata Prabowo saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia bersama TNI, Jumat (17/7/2026).

Menurut Prabowo, percepatan peremajaan tebu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pasokan bahan baku industri gula tetap stabil. Ia menyoroti bahwa sebagian besar perkebunan tebu nasional masih menggunakan tanaman yang sudah berusia lebih dari satu dekade, sehingga produktivitasnya menurun. “Tadi Menteri Pertanian menyampaikan kepada saya bahwa sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu,” ujarnya, yang disambut tawa peserta acara.

Persiapan Regulasi untuk Percepatan Swasembada Gula

Dalam rangka mengakselerasi program ini, pemerintah juga menyiapkan revisi aturan yang akan mendukung peningkatan produksi gula secara lebih efektif. Salah satu langkah strategis adalah penyempurnaan dua regulasi kunci, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) No 40 tentang Swasembada Gula Nasional dan Keputusan Presiden (Keppres) No 15 tentang Percepatan Swasembada Gula. Kebijakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi dan keterlibatan stakeholder dalam upaya mencapai swasembada gula.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, swasembada gula diperkirakan tercapai pada tahun 2028. Ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan berbagai skema pembiayaan untuk para petani tebu, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Rencana ini akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Kita perlu mempercepat swasembada gula. Beras sudah, jagung yang relatif sudah. Maka, sekarang gula ya. Gula konsumsi kita kurang sedikit, tapi ini kita mau tidak hanya gula konsumsi, tetapi juga gula rafinasi untuk industri. Semua kita bisa, dalam tiga tahun ini kita bisa swasembada, jumlahnya kira-kira 5 juta ton,” ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (12/6/2026).

Prabowo pun menyambut optimisme tersebut, namun mengingatkan agar percepatan program tetap memperhatikan kondisi para menteri yang mengawal pelaksanaannya. Ia menekankan bahwa target dua tahun harus dijalankan dengan komitmen penuh dan kehati-hatian. “Bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Mentan. Jadi dua tahun, tapi negara dan bangsa masih butuh kau,” ujarnya, memberikan semangat kepada Menteri Pertanian.

Kebijakan peremajaan tebu bukan hanya sekadar meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor gula. Dengan menyelesaikan program ini dalam dua tahun, pemerintah diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, sehingga mempercepat pencapaian swasembada gula. Selain itu, inisiatif ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi rakyat, khususnya para petani tebu yang terdampak oleh penurunan produktivitas.

Pemerintah, kata Zulkifli Hasan, juga fokus pada penyempurnaan regulasi yang mendukung pengembangan industri gula nasional. Ia menjelaskan bahwa revisi aturan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi, menjamin kualitas bahan baku, dan mempercepat proses swasembada. Dengan demikian, kebijakan peremajaan tebu akan menjadi salah satu pilar utama dalam Key Discussion mengenai strategi ketahanan pangan dan pertanian.

Ikut berdiskusi