Skip to content
Fresh Desk
Juli 17, 2026
Nasional

Latest Program: Buka Kemitraan dengan Negara Lain, Prabowo: Pemimpin Indonesia Tidak Bodoh dan Naif

Joseph Gonzalez 2 mins baca

Latest Program: Prabowo Tekankan Indonesia Tidak Bodoh dan Naif dalam Kemitraan Ekonomi Jakarta, 16 Juli 2026 Latest Program - Dalam acara pembukaan Proyek

Latest Program: Buka Kemitraan dengan Negara Lain, Prabowo: Pemimpin Indonesia Tidak Bodoh dan Naif

Latest Program: Prabowo Tekankan Indonesia Tidak Bodoh dan Naif dalam Kemitraan Ekonomi

Jakarta, 16 Juli 2026

Latest Program – Dalam acara pembukaan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela, Prabowo Subianto menghadirkan inisiatif baru yang disebut sebagai “Latest Program”. Ia menegaskan bahwa Indonesia kini tidak lagi dianggap remeh dalam dunia internasional, dengan para pemimpinnya memiliki kemampuan dan keberanian untuk mengambil keputusan strategis. Pemimpin Tunggal Indonesia ini menggarisbawahi pentingnya kemitraan ekonomi sebagai bagian dari kebijakan nasional yang lebih matang.

“Latest Program” ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk berkolaborasi dengan berbagai negara, baik besar maupun kecil, demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Prabowo menyatakan bahwa negara ini secara aktif mencari mitra yang memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya keuntungan jangka pendek. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini memperkuat posisi Indonesia dalam arena global.

Tantangan dalam Proses Negosiasi

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa ada perubahan mendasar dalam cara Indonesia menangani kerja sama internasional. “Kita tidak lagi terjebak dalam kemitraan yang tidak seimbang. Pemimpin Indonesia kini memiliki kebijaksanaan untuk memilih mitra yang tepat,” ujar mantan ketua umum Partai Gerindra tersebut. Ia juga menyoroti kesiapan pemerintah untuk menegaskan kembali kebijakan ekonomi yang dirancang dalam “Latest Program” sebagai penopang pertumbuhan perekonomian nasional.

Kemitraan ekonomi yang diusung Prabowo mencakup berbagai sektor, termasuk energi, pertanian, dan infrastruktur. Ia menekankan bahwa Indonesia mampu mengelola hubungan bilateral dengan berbagai negara, termasuk negara-negara tetangga dan mitra strategis. “Latest Program” ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap kerja sama memberikan dampak nyata bagi rakyat Indonesia, baik melalui pendapatan yang meningkat maupun pengurangan kemiskinan.

Pertumbuhan Ekonomi dan Kemitraan

Prabowo juga mengungkapkan bahwa “Latest Program” adalah bagian dari upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyinggung tentang pentingnya investasi asing yang bermutu, serta kolaborasi dengan negara lain untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat. “Indonesia kini telah tumbuh dewasa, dan kebijakan kami mencerminkan kesadaran akan itu,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak ragu mengambil langkah tegas untuk menegakkan kebijakan yang dirasa paling tepat. “Kita tidak takut membuat pilihan yang berani, karena itu adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong kemitraan yang seimbang dan berkelanjutan,” imbuhnya. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih menghargai peran pemerintah dalam mengelola hubungan internasional.

“Latest Program” adalah wujud kepercayaan terhadap kemampuan bangsa Indonesia. Kita tidak lagi naif dalam membangun hubungan ekonomi, karena setiap langkah telah dipertimbangkan secara matang,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti kinerja sektor-sektor kunci seperti pertanian dan perikanan, yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. “Masyarakat Indonesia bekerja keras sepanjang tahun, dan kita harus mendukung upaya mereka melalui kemitraan yang strategis,” katanya. Ia menegaskan bahwa “Latest Program” akan menjadi landasan untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi nasional.

Ikut berdiskusi