Skip to content
Fresh Desk
Juni 24, 2026
Nasional

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5% Selama 7 Tahun – Tapi Orang Miskin Bertambah

Barbara Davis 3 mins baca

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5% Selama 7 Tahun, Tapi Orang Miskin Bertambah Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Selama 7 - Pakar ekonomi dan politisi senior

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5% Selama 7 Tahun – Tapi Orang Miskin Bertambah

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5% Selama 7 Tahun, Tapi Orang Miskin Bertambah

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Selama 7 – Pakar ekonomi dan politisi senior, Prabowo Subianto, menyoroti fenomena yang mengejutkan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir. Dalam wawancara terbaru, ia mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi mencapai 5% per tahun, jumlah penduduk miskin justru semakin bertambah. Prabowo bertanya-tanya bagaimana kondisi tersebut bisa terjadi, terutama karena ekonomi yang tumbuh pesat seharusnya memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat luas.

Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Kesenjangan Kemiskinan

Pertumbuhan ekonomi yang stabil selama 7 tahun terakhir, menurut Prabowo, seharusnya menjadi fondasi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, data yang diungkapkan menunjukkan bahwa kekayaan negara justru berkonsentrasi pada kelompok tertentu, sementara sebagian besar masyarakat tidak merasakan perbaikan signifikan. “Masa ekonomi tumbuh 5% setiap tahun, tapi orang miskin tambah? Ini yang membuat saya heran,” kata Prabowo dalam pernyataannya.

Prabowo mengkritik pendistribusian hasil pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Menurutnya, meskipun PDB (Produk Domestik Bruto) meningkat, sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja tidak ikut berkembang secara signifikan. Ia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi lebih banyak berdampak pada kelas menengah atas, sementara rakyat miskin tetap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. “Kita harusnya bisa memberikan peluang kepada seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya sebagian kecil yang memiliki akses ke sumber daya ekonomi,” jelasnya.

Kesenjangan yang Meningkatkan Ketimpangan Sosial

Menurut Prabowo, kesenjangan antara kelompok yang beruntung dan yang kurang beruntung menjadi semakin besar selama masa pertumbuhan ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa kekayaan yang meningkat tidak dialami oleh semua warga Indonesia, terutama oleh mereka yang hidup di daerah terpencil atau memiliki penghasilan rendah. “Ekonomi tumbuh, tapi tidak semua orang merasakan manfaatnya. Ini menunjukkan sistem yang tidak sehat dan tidak adil,” tegas Prabowo.

Prabowo mencontohkan bahwa kebijakan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir justru memperkuat ketimpangan sosial. Ia menyoroti adanya peningkatan investasi di sektor-sektor tertentu, sementara infrastruktur dan layanan sosial masih belum memadai. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5% per tahun, ia berharap pemerintah dapat memperbaiki kebijakan distribusi pendapatan dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi mencapai seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5% setiap tahun justru menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, realisasi manfaatnya tidak sesuai dengan harapan. Ia menekankan bahwa peningkatan ekonomi harus diikuti oleh peningkatan kualitas hidup, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja. “Jika ekonomi tumbuh 5%, kenapa masih ada banyak orang yang tidak mampu? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh pemerintah,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengkritik peran lembaga-lembaga keuangan dan perusahaan besar dalam menyerap hasil pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, banyak perusahaan besar dan kelompok kapitalis hanya memperoleh keuntungan, sementara masyarakat kecil tetap tertinggal. “Kita harus menyusun kebijakan yang lebih inklusif, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tapi juga menjadi jalan untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia,” katanya dalam wawancara dengan media nasional.

Ikut berdiskusi