Prabowo: Rupiah Melemah Karena Kakayaan Indonesia Bocor ke Luar Negeri
Prabowo: Rupiah Melemah Akibat Kekayaan Nasional Terus Keluar Prabowo - KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Prabowo: Rupiah Melemah Akibat Kekayaan Nasional Terus Keluar
Prabowo – KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa penurunan nilai tukar rupiah berkaitan erat dengan aliran besar kekayaan nasional ke luar negeri selama beberapa tahun terakhir.
Kebocoran yang Menyebabkan Kekayaan Negara Mengalir ke Luar
Menurut Prabowo, kondisi ini menyebabkan hanya sebagian kecil hasil kekayaan Indonesia yang tetap berada di dalam negeri.
“Jika darah terus mengalir keluar, tubuh akan kolaps. Namun, meskipun kekayaan negara terus dialirkan ke luar, bangsa Indonesia tetap bertahan,” katanya dalam Kegiatan Munas NU yang dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).
Data Mengungkap Aliran Dana yang Berlangsung Lama
Berdasarkan data yang diterimanya, aliran kekayaan nasional ke luar negeri, atau yang disebut net outflow, telah terjadi selama puluhan tahun.
Pemerintah Indonesia pada periode 22 tahun terakhir mencatat surplus perdagangan hingga US$ 436 miliar. Namun, dana yang keluar mencapai sekitar US$ 343 miliar, sehingga hanya sebagian kecil keuntungan yang tersisa di dalam negeri.
“Dari keuntungan sebesar US$ 436 miliar, sekitar US$ 343 miliar berpindah ke luar negeri. Hasil yang tertinggal di dalam negeri tergolong minim,” kata Prabowo.
Praktik Under-Invoicing Menyumbang Kerugian Besar
Prabowo juga mengkritik praktik under-invoicing, yaitu pelaporan nilai ekspor yang tidak sesuai dengan nilai sebenarnya. Menurutnya, kebijakan ini merugikan negara dalam jumlah besar.
“Dalam contoh yang diberikannya, pengusaha mengklaim menjual 1.000 ton tetapi hanya melaporkan 500 ton. Hal ini menyebabkan kerugian signifikan bagi negara,” ujarnya.
Kerugian Sebesar US$ 908 Miliar dalam 34 Tahun
Menurut perhitungan berdasarkan data PBB, praktik ini telah menyebabkan kerugian mencapai US$ 908 miliar atau sekitar Rp15.000 triliun selama 34 tahun.
Langkah untuk Menutup Kebocoran Penerimaan Negara
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus berusaha menutup kebocoran penerimaan negara. Ia menyatakan bahwa langkah ini penting agar kekayaan alam lebih banyak memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kemampuan pembiayaan pembangunan.
“Masalah gaji guru dan pegawai negeri yang tidak memadai, serta anggaran yang selalu kurang, berakar dari kekayaan yang terus diambil. Kebocoran penerimaan tahunan diperkirakan mencapai Rp2.500 triliun, dan Prabowo menyatakan sedang memperbaikinya,” terang Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
