Skip to content
Fresh Desk
Juli 5, 2026
Nasional

Special Plan: Purbaya Tinjau Realisasi Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah

Karen Brown 3 mins baca

Special Plan: Evaluasi Anggaran dan Program Prioritas di Jawa Tengah Special Plan - Dalam rangka memperkuat efektivitas penggunaan anggaran, Special Plan yang

Special Plan: Purbaya Tinjau Realisasi Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah

Special Plan: Evaluasi Anggaran dan Program Prioritas di Jawa Tengah

Special Plan – Dalam rangka memperkuat efektivitas penggunaan anggaran, Special Plan yang diusung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan fokus khusus pada pelaksanaan anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Tengah. Kunjungan inspeksi yang dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I ini bertujuan memastikan kepatuhan terhadap aturan, transparansi kinerja keuangan, dan dampak sosial yang diharapkan dari inisiatif pemerintah ini.

Kinerja APBN dan Dampak Ekonomi yang Meningkat

Hingga semester pertama tahun 2026, Special Plan menunjukkan hasil yang memuaskan dalam menjaga stabilitas APBN di Jawa Tengah. Pendapatan negara telah mencapai 46,56% dari target, dengan peningkatan 13,33% secara tahunan, sementara belanja negara telah tercapai 52,06% dari pagu anggaran. Kinerja ini didukung oleh upaya optimalisasi anggaran dan peningkatan kualitas pelaksanaan program, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal mencapai 5,89%.

“Dengan Special Plan ini, Kementerian Keuangan terus mengawasi penerapan anggaran secara nasional, terutama dalam memastikan program-program seperti MBG dan KDMP mampu memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” kata Purbaya dalam pernyataan resmi, Sabtu (4/7/2026).

Program MBG: Penjangkauan Gizi yang Lebih Luas

Special Plan juga menyoroti capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga pertengahan 2026 telah melayani sekitar 9,16 juta penerima manfaat melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini tidak hanya mendistribusikan bantuan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan 18.854 penyedia makanan sehat, yang menciptakan lebih dari 193.000 lapangan kerja baru. Purbaya meminta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) untuk terus memantau kinerja MBG secara nasional, termasuk di Klaten, Magelang, dan Semarang.

Sebagai bagian dari Special Plan, program MBG menjadi salah satu prioritas nasional yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama di daerah yang masih menghadapi tantangan kesenjangan ekonomi. Purbaya menekankan bahwa monitoring secara berkala dan terstruktur sangat penting untuk menilai efektivitas pelaksanaannya.

Koperasi Desa Merah Putih: Penggerak Ekonomi Lokal

Di bawah Special Plan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus berkembang di Jawa Tengah. Hingga saat ini, sudah ada 8.523 koperasi yang berdiri, dengan total transaksi lebih dari 43.000 kali. Purbaya menegaskan bahwa koperasi ini harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan produktif.

Special Plan juga melibatkan evaluasi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan di daerah. Program ini berjalan di 16 kabupaten/kota, dengan 16 sekolah, 110 rombongan belajar, dan melayani 3.080 siswa. Purbaya menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Special Plan mampu mengintegrasikan berbagai sektor untuk membangun pertumbuhan yang inklusif.

Digitalisasi Penerimaan Daerah: Transparansi dan Efisiensi

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan, Special Plan mendorong digitalisasi penerimaan daerah. Kanwil DJPb Jawa Tengah telah menerapkan sistem e-Parkir di Pasar Sidomakmur, Kabupaten Blora, sebagai proyek percontohan yang diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penggunaan dana. Purbaya menyebut bahwa Special Plan menekankan pentingnya inovasi teknologi untuk memastikan APBN menjadi instrumen fiskal yang sehat, responsif, dan akuntabel.

Special Plan tidak hanya fokus pada pelaksanaan anggaran, tetapi juga mengintegrasikan upaya pengawasan dengan target pengembangan kegiatan ekonomi dan sosial. Dengan adanya keterlibatan DJPb, pemerintah daerah diharapkan bisa memperkuat koordinasi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan anggaran, sehingga dampak positifnya lebih terasa bagi masyarakat.

Ikut berdiskusi