Skip to content
Fresh Desk
Juli 23, 2026
Keuangan

Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim

Karen Brown - pusatkabar.com 2 mins baca

PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau yang lebih dikenal sebagai PT Jamkrida Sumbar telah melakukan langkah-langkah strategis

Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim

Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim di Masa Depan

Pusatkabar.com – PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau yang lebih dikenal sebagai PT Jamkrida Sumbar telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat sistem manajemen risiko. Langkah ini bertujuan untuk menekan rasio klaim penjaminan yang menjadi perhatian utama dalam operasional perusahaan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Juni 2026, nilai klaim penjaminan yang tercatat oleh perusahaan mencapai Rp 43,03 miliar. Angka ini menunjukkan tren penurunan yang positif sebesar 7,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 46,73 miliar. Penurunan ini mencerminkan efektivitas strategi yang telah diterapkan oleh manajemen Jamkrida Sumbar.

Strategi Penguatan Underwriting dan Seleksi Calon Terjamin

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar, Ibnu Fadhli, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama perusahaan adalah memperkuat sistem manajemen risiko secara komprehensif. Upaya ini mencakup peningkatan kualitas dalam proses underwriting serta seleksi calon terjamin yang lebih ketat. Selain itu, koordinasi yang lebih erat dengan lembaga keuangan penyalur kredit juga dilakukan untuk memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Hal ini penting karena Jamkrida Sumbar berperan sebagai penjamin kredit bagi berbagai sektor usaha di Sumatera Barat.

“Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap portofolio penjaminan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi klaim,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (21/7).

Ibnu menambahkan bahwa perusahaan juga mendorong upaya restrukturisasi atau penyelamatan pembiayaan apabila kondisi masih memungkinkan. Peningkatan kualitas analisis risiko serta evaluasi terhadap sektor-sektor usaha yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi menjadi bagian integral dari strategi tersebut. Dengan demikian, Jamkrida Sumbar dapat mengantisipasi masalah sebelum menjadi klaim yang signifikan.

“Langkah lainnya adalah menjalin kerja sama dengan penjaminan ulang guna mengalihkan sebagian risiko gagal bayar,” ucapnya.

Menurut Ibnu, melalui langkah-langkah tersebut, kualitas portofolio penjaminan diharapkan tetap terjaga dan rasio klaim dapat dikendalikan dengan lebih efektif. Perubahan nilai klaim yang terjadi masih berada dalam pemantauan ketat manajemen dan menjadi perhatian serius perusahaan untuk terus memperkuat mitigasi risiko. Jamkrida Sumbar juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung operasional yang lebih efisien.

Sebagai lembaga penjamin kredit daerah, Jamkrida Sumbar memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Dengan memperkuat manajemen risiko, perusahaan tidak hanya melindungi asetnya tetapi juga memberikan kepastian bagi para penyalur kredit. Hal ini akan mendorong lebih banyak usaha kecil dan menengah untuk mengakses pembiayaan dengan lebih mudah.

Ikut berdiskusi