Skip to content
Fresh Desk
Juli 3, 2026
Nasional

Key Strategy: Sport Tourism Tumbuh 8%, Pemerintah Kejar Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Karen Williams 3 mins baca

ourism 8% untuk Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup Key Strategy - Dalam key strategy yang diusung pemerintah, sport tourism menjadi salah satu pilar utama dalam

Key Strategy: Sport Tourism Tumbuh 8%, Pemerintah Kejar Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Key Strategy: Pemerintah Dorong Sport Tourism 8% untuk Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Key Strategy – Dalam key strategy yang diusung pemerintah, sport tourism menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan daya tarik sektor olahraga nasional. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi melalui pengembangan destinasi olahraga, serta mengejar status sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup. Dengan pertumbuhan sport tourism sebesar 8% tahun ini, pemerintah optimis akan mampu menarik lebih banyak investor dan wisatawan internasional ke Indonesia.

Perjuangan untuk Menyelenggarakan Turnamen

Persaingan untuk menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup terus berlangsung sengit, dengan beberapa negara mengajukan proposal. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pemerintah tetap fokus pada key strategy yang terpadu, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur dan pengelolaan kegiatan olahraga. “Kami terus berjuang meyakinkan FIFA bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah yang kompetitif,” jelas Erick dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada Kamis (2/7).

“Kami memiliki keunggulan dalam konsep sport tourism, yang tidak hanya berkaitan dengan permainan tetapi juga dengan pengalaman dan pelayanan untuk pengunjung,” tambah Erick. Ini menjadi bagian dari key strategy yang menyelaraskan antara pembangunan ekonomi dan promosi budaya.

Potensi Ekonomi dan Dukungan Pemimpin

Indonesia menawarkan potensi ekonomi yang besar melalui sport tourism, terutama jika sukses menyelenggarakan FIFA ASEAN Cup. Pemerintah memperkirakan bahwa turnamen ini dapat meningkatkan pendapatan sektor pariwisata, khususnya di daerah tujuan. Dukungan dari Presiden Prabowo Subianto turut memperkuat key strategy ini, yang menekankan pentingnya olahraga sebagai alat branding nasional.

“Dukungan pemerintah pusat akan menjadi penentu dalam meraih hasil yang optimal. Kami juga berharap FIFA dapat memberikan kepercayaan sebagai tuan rumah,” ujar Erick. Dengan key strategy yang terstruktur, pemerintah berupaya menunjukkan kompetensi Indonesia dalam menyelenggarakan acara internasional.

Struktur Turnamen dan Lokasi Ideal

Jika terpilih sebagai tuan rumah, FIFA ASEAN Cup diharapkan digelar September hingga Oktober 2026. Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi salah satu lokasi utama, dengan fasilitas pendukung yang telah dipersiapkan. Pemerintah sedang memastikan bahwa semua aspek, termasuk kualitas rumput lapangan, sesuai standar internasional. “Lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai adalah komponen penting dalam key strategy ini,” kata Erick.

Menurut data global, industri sport tourism mencapai nilai US$625 miliar atau sekitar Rp9,8 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 8% setiap tahun. Pertumbuhan ini berpotensi mendorong perubahan paradigma dalam pengembangan ekonomi Indonesia, yang saat ini masih mengandalkan sektor pertanian dan manufaktur. Key strategy yang diusung pemerintah bertujuan memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam olahraga, serta meningkatkan pendapatan daerah.

Contoh Dampak Ekonomi

Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan ajang olahraga internasional seperti MotoGP Mandalika telah memberikan contoh nyata dampak ekonomi. Menurut Kemenpora, kegiatan ini menciptakan perputaran uang hingga Rp4,9 triliun, dengan peningkatan hunian hotel, konsumsi masyarakat, dan penjualan peralatan olahraga. Key strategy ini juga menargetkan pengembangan lomba lari yang semakin marak, dengan harapan memperkuat ekosistem sport tourism nasional.

“Sport tourism bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang pengalaman dan hubungan antarmanusia. Kami sedang membangun key strategy yang mencakup kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” terang Erick. Dengan pendekatan yang holistik, Indonesia berharap meningkatkan daya saing dalam arena internasional.

Pengembangan Ekosistem Olahraga

Kemenpora berkomitmen untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional sebagai bagian dari key strategy. Tidak hanya turnamen sepak bola, sektor olahraga juga diharapkan mendorong pertumbuhan sport tourism melalui berbagai cabang, seperti lomba lari, bulu tangkis, dan kegiatan kesehatan. Erick menekankan bahwa pemerintah harus terus berinovasi dalam membangun hubungan antara olahraga dan perekonomian.

“Olahraga adalah kekuatan ekonomi yang sering terabaikan. Dengan key strategy yang tepat, kita bisa mengubah paradigma ini menjadi momentum untuk perekonomian,” pungkas Erick. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi nasional.

Ikut berdiskusi