Skip to content
Fresh Desk
Juli 3, 2026
Nasional

New Policy: Setahun Dikelola Danantara, Cermati Kinerja dan Laba Sejumlah BUMN

Elizabeth Moore 3 mins baca

New Policy: Tahun Pertama Danantara, Kinerja dan Laba BUMN Menunjukkan Kemajuan New Policy - Seiring berjalannya tahun pertama pengelolaan Badan Usaha Milik

New Policy: Setahun Dikelola Danantara, Cermati Kinerja dan Laba Sejumlah BUMN

New Policy: Tahun Pertama Danantara, Kinerja dan Laba BUMN Menunjukkan Kemajuan

New Policy – Seiring berjalannya tahun pertama pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Danantara Indonesia, New Policy berperan penting dalam memperbaiki kinerja keuangan dan peningkatan laba sejumlah perusahaan pelat merah. Kebijakan ini mengubah cara pengelolaan aset BUMN, dengan fokus pada transparansi, efisiensi, dan pertumbuhan berkelanjutan. Hasilnya, beberapa BUMN yang sempat merugi berhasil bangkit dan mencatatkan kinerja yang lebih baik.

Perubahan Struktural dalam Manajemen BUMN

Transformasi yang diinisiasi oleh New Policy menunjukkan bahwa perubahan dalam tata kelola perusahaan dapat menghasilkan dampak nyata pada kinerja finansial. Danantara Indonesia, sebagai pengelola yang baru mengambil alih pada 2025, memberikan wewenang lebih besar kepada manajemen internal BUMN, sekaligus mendorong inovasi dalam operasional. Hal ini berdampak pada peningkatan efisiensi biaya dan optimisasi penggunaan dana.

Dalam pelaporan keuangan kuartal II-2026, sejumlah BUMN mencatatkan laba yang meningkat drastis. Misalnya, PT Pupuk Indonesia mengalami lonjakan laba konsolidasi dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun, sementara PT Pertamina (Persero) meraih kenaikan laba dari Rp13,9 triliun hingga Rp24,97 triliun. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada sektor energi, tetapi juga pada industri manufaktur, logistik, serta hilirisasi sumber daya alam, yang sebelumnya dianggap kritis.

Analisis Kinerja dan Strategi Penguatan

New Policy tidak hanya berfokus pada kenaikan laba, tetapi juga pada perbaikan struktur bisnis BUMN. Rosan, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa sektor perbankan harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, seperti akses pembiayaan yang merata. Hal ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan sosial.

“New Policy membawa perubahan paradigma dalam pengelolaan BUMN, khususnya di sektor perbankan,” kata Rosan, Kamis (2/7/2026). “Dengan model pengelolaan yang lebih modern, bank-bank dalam Himbara mampu mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kapasitas kompetitif.”

Kenaikan nilai pasar BUMN dalam sektor perbankan mencapai sekitar Rp 1.100 triliun, yang setara 10% dari total kapitalisasi pasar Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa New Policy telah membantu BUMN menjadi lebih stabil dan punya daya tahan terhadap risiko ekonomi global. Selain itu, perusahaan-perusahaan seperti PT Krakatau Steel dan PT Danareksa juga mencatatkan peningkatan signifikan, dengan laba bertumbuh dari rugi menjadi positif.

Peluang dan Tantangan di Tahun Kedua

Dengan hasil yang menggembirakan di tahun pertama, New Policy diharapkan terus mendorong perkembangan BUMN di tahun kedua. Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja keuangan harus diiringi oleh penguatan tata kelola dan manajemen risiko. “Transformasi ini membutuhkan kebijakan yang konsisten dan kepercayaan dari masyarakat investor,” tambahnya.

Peningkatan laba BUMN juga berdampak pada pertumbuhan sektor produktif. Perusahaan-perusahaan yang kini lebih kompetitif dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, terutama di bidang manufaktur, pembangunan infrastruktur, dan UMKM. New Policy memainkan peran kunci dalam mengubah paradigma manajemen BUMN, sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan pelat merah untuk berkompetisi di pasar global.

Komentar dari Pihak Eksternal

Asep Wahyuwijaya, anggota Komisi VI DPR RI, menyebutkan bahwa New Policy membuka jalan bagi BUMN untuk bersaing secara adil dengan perusahaan swasta dan asing. “Peningkatan kualitas layanan dan profesionalisme dalam manajemen BUMN akan memperkuat daya saing mereka,” ujarnya. Kebijakan ini juga dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan BUMN tidak hanya fokus pada pencarian laba, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kinerja BUMN yang meningkat mencerminkan efektivitas New Policy dalam mengatur arus dana dan mengoptimalkan pengelolaan aset. Perusahaan-perusahaan yang sebelumnya dianggap tidak mampu beradaptasi dengan dinamika pasar kini mulai menunjukkan tanda-tanda yang baik. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam meningkatkan kepercayaan investor dan mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah.

Ikut berdiskusi