Skip to content
Fresh Desk
Juli 3, 2026
Keuangan

Special Plan: BSI Rampungkan Transformasi Core Banking, Targetkan 40 Juta Nasabah pada 2030

Barbara Davis 4 mins baca

BSI Luncurkan Special Plan untuk Transformasi Core Banking, Target 40 Juta Nasabah 2030 Special Plan - KONTAN.CO.ID - Jakarta.

Special Plan: BSI Rampungkan Transformasi Core Banking, Targetkan 40 Juta Nasabah pada 2030

BSI Luncurkan Special Plan untuk Transformasi Core Banking, Target 40 Juta Nasabah 2030

Special Plan – KONTAN.CO.ID – Jakarta. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah rampungkan transformasi sistem teknologi informasi (IT) sebagai bagian dari strategi nasionalnya untuk menopang pertumbuhan bisnis digital. Transformasi ini merupakan bagian dari Special Plan yang telah dijalani selama setahun terakhir, bertujuan memperkuat kapasitas teknologi serta mencapai target 40 juta nasabah pada 2030.

Dengan selesainya proses migrasi core banking, BSI optimis dapat meningkatkan keandalan infrastruktur teknologi, mengurangi biaya operasional, serta menjadi motor penggerak utama dalam meraih posisi sebagai bank syariah besar di tingkat global. Transformasi ini dianggap krusial untuk menjawab ekspektasi masyarakat terhadap layanan digital yang semakin tinggi, sejalan dengan evolusi pasar keuangan syariah yang dinamis.

Strategi Teknologi dalam Special Plan untuk Meningkatkan Kinerja

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa perbaikan teknologi adalah inti dari Special Plan untuk memastikan bank dapat bersaing secara global. “Kini, BSI berada di level nasional lima besar, sehingga ekspektasi layanan digital dari nasabah harus sebanding dengan standar bank besar. Untuk itu, kami terus membangun kemampuan teknologi sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Anggoro di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Dalam roadmap Special Plan, penguatan infrastruktur teknologi juga menjadi bagian penting untuk mencapai posisi Top 5 Global Islamic Bank. Pencapaian ini akan didukung oleh kemampuan sistem yang lebih kuat, yang diharapkan bisa menjaga kualitas layanan dan mempercepat proses transaksi.

Proyek Migrasi Sistem Core Banking dalam Special Plan

Transformasi teknologi tersebut dilakukan selama sekitar setahun terakhir dengan bantuan serta pengawasan aktif dari Danantara. Anggoro menegaskan bahwa seluruh proses dijalani secara terencana agar migrasi sistem tidak mengganggu pengalaman nasabah. “Special Plan kami dirancang untuk memastikan proses ini berjalan mulus, sehingga layanan digital tetap stabil dan andal,” tambahnya.

Satu proyek utama dalam Special Plan adalah migrasi core banking dari sistem R10 ke R24, yang berhasil diselesaikan pada pertengahan Mei 2026. Proyek ini melibatkan sekitar 1.500 karyawan lintas fungsi dan melalui serangkaian simulasi yang dipantau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Danantara. Hasilnya, sistem baru menawarkan efisiensi operasional hingga 80% dan mempercepat proses penutupan hari kerja (COB).

Peningkatan Efisiensi dan Kapasitas dalam Special Plan

Dengan sistem baru, BSI mengklaim mampu meningkatkan efisiensi operasional hingga 80%, mempercepat proses penutupan hari kerja (COB), serta memperluas kemampuan sistem untuk menunjang ekspansi layanan digital. Tingkat ketersediaan layanan di seluruh platform BSI mencapai 99,99%, memberikan jaminan stabilitas yang tinggi.

Anggoro menyebutkan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada modernisasi teknologi, tetapi juga pada pengembangan ekosistem yang lebih luas. “Dengan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI yakin mampu menjadi penggerak utama perekonomian syariah nasional sekaligus menyajikan layanan keuangan modern, inklusif, dan kompetitif,” tutup Anggoro.

Ekspansi Layanan Digital dalam Special Plan

BSI terus memperluas layanan digital melalui aplikasi BYOND untuk segmen ritel dan BEWIZE untuk nasabah korporasi serta bisnis wholesale. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna mobile banking BSI telah melebihi 10 juta orang, dengan nilai transaksi lebih dari Rp450 triliun. Platform BEWIZE juga mencatat peningkatan pesat dari segi jumlah pengguna serta volume transaksi.

Kenaikan jumlah pengguna mobile banking menjadi bukti keberhasilan Special Plan dalam memperluas akses layanan keuangan. Anggoro menilai, transformasi ini sangat berpengaruh pada kepuasan nasabah. “Dengan layanan digital yang lebih cepat dan mudah, kami harap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk yang belum terakses sebelumnya,” ujarnya.

Bank Emas Sebagai Sumber Pertumbuhan Baru dalam Special Plan

Anggoro menyebutkan bahwa selain digitalisasi, BSI kini memiliki peluang tumbuh baru setelah mendapatkan izin menjadi bank emas. Ia menilai bisnis ini membuka akses ke segmen nasabah yang sebelumnya belum terjangkau. “Bank emas menjadi mesin baru kami untuk menjangkau segmen yang sebelumnya sulit dicapai,” ujarnya.

Hingga April 2026, jumlah nasabah BSI telah mencapai lebih dari 24 juta, didorong oleh perluasan layanan digital, peluncuran bisnis bank emas, dan perubahan status menjadi Persero awal tahun ini. Kinerja finansial perusahaan juga didukung oleh transformasi teknologi dan ekspansi bisnis. Sampai Mei 2026, BSI mencatatkan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun, naik 16,73% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Total aset mencapai Rp444 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, serta pembiayaan mencapai Rp335 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Anggoro menegaskan bahwa Special Plan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi, tetapi juga memberikan fondasi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Ikut berdiskusi