Skip to content
Fresh Desk
Juli 2, 2026
Keuangan

Special Plan: LPS Catat Special Rate Deposito Naik, Persaingan Bunga Bank Makin Ketat

Lisa Hernandez 3 mins baca

Special Plan: LPS Catat Peningkatan Special Rate Deposito, Persaingan Bunga Bank Makin Ketat Special Plan – KONTAN.CO.ID – JAKARTA.

Special Plan: LPS Catat Special Rate Deposito Naik, Persaingan Bunga Bank Makin Ketat

Special Plan: LPS Catat Peningkatan Special Rate Deposito, Persaingan Bunga Bank Makin Ketat

Special Plan – KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat adanya kenaikan suku bunga deposito yang terjadi di sejumlah bank, sehingga memicu persaingan ketat dalam menarik dana masyarakat. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya LPS untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan menyesuaikan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang telah diubah sejak awal tahun 2026.

Tren Kenaikan Bunga Deposito dan Efek pada Simpanan

Menurut data terkini dari LPS, persentase simpanan dengan bunga di atas TBP atau disebut sebagai special rate meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Perubahan ini dianggap sebagai respons bank-bank terhadap dinamika pasar keuangan yang terus bergerak, termasuk kenaikan suku bunga acuan dan perubahan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Doddy Zulverdi, anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, mengungkapkan bahwa tren kenaikan bunga simpanan berlangsung sejak awal tahun ini.

“Kenaikan suku bunga deposito terjadi karena bank terus beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang dinamis. Peningkatan ini memengaruhi keputusan masyarakat dalam menabung, sehingga persaingan di sektor perbankan menjadi lebih intens,” jelas Doddy dalam konferensi pers, Kamis (25/6).

Faktor yang Memicu Kenaikan Special Rate

Doddy menjelaskan bahwa kenaikan special rate dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, kenaikan kebijakan suku bunga yang diterapkan Bank Indonesia (BI) sejak 2024, yang berdampak pada peningkatan imbal hasil pasar uang. Kedua, pergerakan suku bunga pasar yang terus naik karena adanya tekanan inflasi dan kebutuhan penghimpunan dana yang meningkat. Ketiga, perubahan dinamika pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter membuat bank harus bersaing lebih keras untuk menarik simpanan.

Dalam konteks Special Plan, LPS terus memantau perubahan suku bunga di seluruh sektor perbankan, termasuk bank umum dan BPR. Doddy menegaskan bahwa kenaikan special rate bukan hanya fenomena sementara, melainkan indikasi dari kebijakan moneter yang terus berubah dan kebutuhan bank untuk menarik dana masyarakat.

Impact of Special Rate on Consumer Savings and Market Dynamics

Menurut data LPS hingga Mei 2026, proporsi simpanan dengan bunga di atas TBP mencapai 32,92% dari total simpanan, naik dari 30,62% pada April 2026. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat memilih deposito dengan bunga lebih tinggi daripada TBP, yang pada saat ini berada di angka 3,75% untuk bank umum dan 6,25% untuk BPR. Tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing tetap dipertahankan sebesar 2%, yang menunjukkan bahwa LPS tetap berperan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Doddy menambahkan bahwa kenaikan special rate berdampak langsung pada keputusan masyarakat dalam menabung. Banyak nasabah mulai mengalihkan dana ke produk deposito dengan bunga lebih tinggi sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih optimal. Selain itu, kenaikan bunga ini juga berdampak pada profitabilitas bank, karena mereka harus menyesuaikan penawaran bunga dengan persaingan yang semakin ketat.

Di sisi lain, kenaikan special rate menjadi bagian dari perencanaan strategis LPS dalam menyesuaikan kebijakan penjaminan simpanan. Dengan menaikkan TBP, LPS berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap keberlanjutan sistem keuangan, terutama di tengah tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga acuan. Doddy menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan bank, tetapi juga untuk melindungi nasabah dari risiko penurunan nilai dana simpanan.

Ikut berdiskusi